Suara.com - Salah satu gangguan tumbuh kembang anak yang cukup memprihatinkan adalah kondisi di mana anak tidak dapat menerima, mempertahankan, atau memanfaatkan kalori untuk bertambah berat tubuhnya seperti yang diharapkan. Gagal tumbuh atau Failure to thrive (FTT) adalah suatu penyebab weight faltering maupun stunting pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang belum tepat pada waktunya.
ASI (air susu ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi. Namun bila ASI eksklusif tidak lagi mencukupi, bayi harus mendapatkan asupan MPASI. Banyak bunda yang bingung kapan waktu yang tepat untuk beri asupan MPASI?
Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM menjelaskan, bahwa pada usia 6-8 bulan MPASI hanya 30 persen, 70 persen sisanya adalah ASI. Pada usia ini ASI masih cukup ekslusif. Sementara usia 9-11 bulan, 50 persen MPASI, dan 50 persen ASI. Usia yang paling penting ketika usia 12-24 bulan bulan atau di atas usia satu tahun, yaitu 70 persen MPASI dan 30 persem ASI.
“Jadi ASI pada usia di atas satu tahun sudah tidak penting lagi, karena pada usia di atas satu tahun, balita sudah harus mulai makan padat. Jika ASI eksklusif terus dilakukan hingga usia di atas satu tahun, maka akan berakibat gagal tumbuh atau failure to thrive,” ungkapnya dalam diskusi yang diselenggarakan Forum Ngobras, di Jakarta, belum lama ini.
Sumber protein hewani terbaik yakni telur, susu, ikan, ayam, dan terakhir daging merah. Bila tidak memungkinkan MPASI rumahan, WHO memperbolehkan MPASI yang sesuai dengan Codex. Produk dengan izin edar BPOM pasti sudah mengikuti Codex.
“Bila usia anak kurang dari 4 bulan, belum boleh mendapat makanan. Caranya adalah donor ASI yang aman, atau susu formula dengan standar CODEX dari WHO,” terangnya.
Pada balita usia di atas 4 bulan, harus dilihat kondisinya, apakah sudah menunjukkan tanda-tanda siap makan. Yakni kepala sudah tegak, lidah tidak menjulur-julur lagi. Bila kepala belum tegak, belum bisa diberi makanan padat karena bisa tersedak.
Bagaimana dengan sayur dan buah? Sayur bukan asupan utama, Sayur untuk pelengkap dan buah untuk snack. Sayur bisa ditambahkan pada MPASI, dan buah untuk snack. Sayur dan buah mengandung serat tinggi. Bila terlalu banyak, akan membuat bayi cepat kenyang, mengingat ukuran lambung bayi masih sangat kecil.
“Sayur dan buah jelas penting untuk orang dewasa, namun belum tentu untuk pertumbuhan balita di bawah 2 tahun. Tiga asupan yang paling utama untuk pertumbuhan balita, yaitu mengandung sumber kabohidrat, sumber lemak dan sumber protein” terangnya. (Nadila Nurwijayantri)
Baca Juga: Timnas U-23 Tampil, Suporter di Patriot Juga Dukung Palestina
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?