Lebih murung dari biasanya
Tingginya kadar gula darah dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan membuat Anda cepat emosi.
Belum lagi, jika energi juga menumpuk, Anda jadi lebih banyak menunjukkan sikap buruk.
Berat badan bertambah
Kelebihan gula berarti kelebihan kalori, karena tidak adanya protein atau serat yang masuk ke tubuh.
Sehingga Anda tidak akan kenyang saat mengonsumsi makanan manis, dan akan terus memakannya.
Ini juga memicu pelepasan insulin, hormon yang memainkan peran besar dalam kenaikan berat badan dan diabetes.
Ketika makan gula, pankreas melepaskan insulin yang membawa gula ke organ-organ tubuh sehingga menjadi energi.
Ketika makanan makanan mengandung gula, tubuh Anda diberitahu untuk memproduksi lebih banyak insulin, seiring waktu, output yang berlebihan itu dapat menyebabkan resistensi insulin.
Baca Juga: 3 Kunci Kemenangan Pilpres 2019, Siapa Menang?
Resistensi insulin, berarti tubuh kita tidak dapat merespon jumlah insulin yang normal dengan benar.
Bertambahnya berat badan hanya awal dari efek mengonsumsi terlalu banyak kalori dari gula diperparah oleh gangguan terhadap respons insulin normal (ada hubungan antara resistensi insulin dan obesitas).
Terlebih lagi, ketika pankreas bekerja terlalu cepat untuk waktu yang lama Anda dapat mengalami diabetes tipe 2.
Banyak gigi berlubang
Ketika bakteri berakibat pada partikel makanan di antara gigi, maka asam diproduksi menyebabkan kerusakan gigi.
Air liur yang seharusnya bisa menjaga keseimbangan bakteri, tetapi karena mengonsumsi gula berlebih maka gula turut memengaruhi pH dan membuang ekosistem alam.
Ini memberi bakteri kesempatan untuk berkembang biak yang mengakibatkan gigi berlubang.
Otak cenderung berkabut, terutama setelah makan gula
Kabut ini adalah gejala umum gula darah rendah. Ketika Anda makan banyak gula, kadar gula darah akan naik dan turun dengan cepat, bukan secara bertahap.
"Kontrol gula darah yang buruk merupakan risiko utama masalah kognitif dan gangguan," kata Alpert.
Tidak ada makanan yang semanis dulu
"Makan terlalu banyak gula pada dasarnya membombardir selera," kata Alpert.
Gula berlebihan ini menyebabkan toleransi gula pasir Anda meningkat, jadi Anda membutuhkan lebih banyak gula untuk memuaskan hasrat diri menikmati makanan manis.
Setelah tahu dampak mengonsumsi gula berlebihan, masih mau banyak konsumsi makanan manis?
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat