Suara.com - Keberhasilan imunisasi MR di Pulau Jawa pada Agustus-September 2017 yang mencapai 100,45 persen atau melebihi target 95 persen untuk membentuk kekebalan kelompok ternyata tak diikuti capaian imunisasi MR periode dua yang ditujukan untuk daerah di luar Pulau Jawa, yang masih jauh di bawah target, karenanya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperpanjang imunisasi MR hingga 31 Oktober 2018.
Ya, Imunisasi MR periode dua ini baru mencapai 51.05 persen. Untuk mengejar target, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memperpanjang waktu pemberian imunisasi MR yakni hingga 31 Oktober 2018.
Dengan perpanjangan imunisasi MR periode dua ini Kemenkes berharap orangtua yang belum mengikutsertakan anaknya dalam imunisasi MR bisa melakukannya dalam rentang waktu yang ditentukan.
"Menkes berharap agar perpanjangan kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada di daerah agar target capaian cakupan imunisasi yang diharapkan dapat tercapai," ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, drg. Widyawati, MKM.
Data yang dihimpun Kementerian Kesehatan pada 24 September pukul 18.00 WIB melaporkan bahwa provinsi dengan cakupan imunisasi tertinggi adalah Papua Barat (91.83 persen) dan Bali (87.47 persen).
Lantas, provinsi mana saja yang hingga saat ini capaian imunisasi MR masih berada di bawah rata-rata nasional, sehingga Kemenkes memutuskan untuk memperpanjang hingga 31 Oktober 2018?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?