Suara.com - Gigi putih seperti mutiara itu membosankan, begitu kata seorang wiraswata, ia bahkan lebih menyukai gigi warna-warni.
"Ini menjadi umum. Di semua tempat mulai dari klab sampai tempat kerja bernuansa fesyen," kata seorang brand creator Chrom asal New York, David Silverstein.
Warna didapatkan dari produk bernama Chrom, sebuah cat khusus gigi yang tersedia dalam banyak warna mulai dari warna Sunshine, Fairy Dust, Mint dan Pink.
"Kamu bisa pergi bekerja dengan gigi yang senada dengan warna cat kuku atau warna rambutmu," katanya.
Kata Silverstein, senyum yang berwarna (benar-benar memiliki warna) telah banyak digunakan oleh masyarakat yang pergi menonton festival musik.
"Kami bahkan kembali datang dengan nuansa glitter," tambah Silverstein.
Pewarna gigi sendiri diformulasikan untuk bisa bertahan 24 jam dan tahan meski penggunanya makan atau minum. Untuk menghapus warna, hanya perlu sikat gigi.
Kata Silverstein, produk pewarna gigi berbahan dasar alkohol dan pigmen warna berasal dari pewarna makanan biasa.
"Itu tidak merusak gigi dan tidak bertahan lama," katanya.
Baca Juga: Bayi 11 Minggu Viral usai Tumbuh Gigi Taring Seperti Vampir
Meski demikian, seorang dokter gigi malah merasa ngeri dengan meningkatnya penggunaan pewarna gigi akhir-akhir ini.
"Saya tidak akan berani mengatakan pewarnaan gigi aman tanpa tahu data material apa yang digunakan. Saya tidak akan merekomendasikan penggunaan sehari-hari tanpa studi jangka panjang menyebutkan itu aman," kata Dr. David Drew, dokter gigi dari Woodridge, New York. [Nypost]
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga