Suara.com - Bersikap tegas pada anak memang sangat diperlukan terutama untuk menumbuhkan kebiasaan disiplin, tapi tentunya tidak dengan kekerasan atau memukul karena dapat membuat anak agresif.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), orangtua yang menerapkan konsep kekerasan dalam mendidik anak seperti kerap memberikan pukulan tangan, memukul menggunakan benda tumpul, atau bahkan sekadar menjewer dapat meningkatkan potensi agresi pada anak.
Dijelaskan bahwa mendidik anak dengan kekerasan akan memberikan masalah dan mampu mengubah otak, membuat anak berisiko melakukan penyalahgunaan zat, dan perilaku bunuh diri diusia dewasa.
Tidak hanya memukul, AAP juga menegaskan kepada semua orangtua untuk tidak menghina atau mempermalukan anak di depan umum atau di depan anggota keluarga lain.
"Meski pun banyak dari orang dewasa yang masa anak-anaknya dipukul, mereka bisa merasakan kebahagiaan di kemudian hari. Tapi, hal ini bukan jadi acuan pasti. Sebab, memukul anak tetap akan membawa dampak buruk jangka panjang," saran peneliti.
Lebih lanjut, studi yang dilakukan selama dua dekade tersebut juga mendukung bukti bahwa memukul dapat meningkatkan kadar hormon stres hingga membuat anak agresif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital