Suara.com - Sebuah video orangtua memarahi anak dan memaksanya belajar sedang viral. Video yang diunggah akun @newstijen ini sontak menjadi sorotan netizen.
Apalagi video tersebut tak hanya mempertontonkan orangtua yang memarahi anak, tetapi juga memperlihatkan sederet foto berisi curhatan anak-anak yang kesal, dan hal-hal yang tidak disukainya, seperti melihat orangtuanya bertengkar, ayahnya memukul saat ia nakal, hingga nenek yang membanding-bandingkan dengan anak-anak lain.
" Sedih.... Melihat seorang anak yang di paksa oleh ibunya untuk belajar.... Buat kalian semua terutama orang tua ....kalian harus tahu ini, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup bukan di jamanmu (Ali Bin Abi Thalib )," tulisnya dalam caption.
Postingan pertama diawali dengan sebuah video. Video pertama memperlihatkan balita yang tengah belajar berhitung dan direkam oleh sang bunda. Video ini banyak dikomentari netizen lantaran cara sang ibu yang langsung berteriak marah saat anak tampak salah dalam berhitung.
Dari bahasanya, video ini dinilai terjadi di India. Anak itu tengah belajar berhitung dalam bahasa Inggris. "One, two, three, four," ucap sang anak. Namun, sang ibu tiba-tiba berteriak, dan sang anak langsung menangis akibat dimarahi lantaran salah berhitung.
Postingan selanjutnya banyak tulisan yang merupakan curhatan dari sang anak yang bikin kita miris.
Netizen pun tampak sedih dan mengambil pelajaran dari postingan tersebut.
"Klo kyk gini caranya..yg ad anak malah stress.. ntar ny malah takut klo mau belajar,,krn d marahin n d bentak2,, ngajarin anak seusia itu harus dgn cara yg menyenangkan,,jdi anak jg minat wat belajar," seru netizen.
"Dulu aku seperti itu , yah broken home ,semoga aku nanti bisa jadi ayah yang baik dan mengerti dengan anak anak ku nanti ," seru akun lain.
Baca Juga: Manisnya! Maudy Ayunda Nyanyi Diiringi Petikan Gitar dari Pacar
Namun ada juga netizen yang membela tindakan tegas orangtua yang marah kepada anak kalau salah.
"Menurut sya anak kalo gk diajarin dri skrg gk di kerasin ntr lembek nnti jd kek kids jmn now generasi micin. Tingkah e pecicilan. Dewasa sblum umur. Bagus nih mak nye biar gk manja anaknya ntr..," pungkas netizen lain.
Lalu bagaimana menurut psikolog? Menghukum anak dengan marah-marah, mengeluarkan kata-kata makian atau kekerasan verbal lainnya, tidak hanya membuat psikologis anak terganggu, namun juga memengaruhi kecerdasannya lho!
Psikolog Klinis, dra. A. Kasandra Putranto mengatakan kekerasan verbal dapat mengganggu proses mielinisasi. Mielinisasi sendiri merupakan proses pelapisan lemak pada ujung saraf di mana hal ini memengaruhi penyampaian pesan dari saraf ke otak. Proses ini dimulai sejak bayi berada dalam kandungan hingga usia dua tahun.
"Anak yang sering kena marah, dan kerap mendapat kekerasan verbal baik sejak dalam kandungan hingga lahir ke dunia, itu mielin-nya lebih sedikit. Ketika mielin berkurang maka proses penyampaian pesan dari saraf ke otak terjadi lebih lambat, anak jadi sulit menyerap pelajaran," ujar Kasandra beberapa waktu lalu.
Kasandra menambahkan, jika anak sering kena marah, dan tumbuh dengan lingkungan yang kerap memberi kekerasan verbal dibiarkan, maka Ia akan mengalami kesulitan dalam berpikir dan bersosialisasi di usia sekolah. Untuk itu diperlukan intervensi psikologis agar efek negatif dari terganggunya proses mielinisasi bisa diminimalisir.
"Harus diintervensi. Setiap anak berbeda intervensinya. Jadi, kalau datang ke psikolog kita akan nilai ini anak kurangnya di mana, baru kita perbaiki di bagian itu," terangnya panjang lebar.
Itulah dampaknya bagi kesehatan anak bila orangtua sering memarahinya. Tuh Bunda, masih tega memarahi anak?
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?