Suara.com - Beberapa penelitian sebelumnya telah mengaitkan penggunaan bedak bayi dengan risiko kanker ovarium. Salah satu produsen yang terseret adalah Johnson & Johnson yang digugat oleh 22 perempuan setelah mengidap kanker ovarium akibat menggunakan bedak tabur di dekat area genital setiap hari.
Mengutip Medical Daily, salah satu penyebab kanker pada bedak bayi tersebut adalah kandungan asbestos yang memang bersifat karsinogenik. Kandungan inilah yang mungkin menyebabkan indung telur terpapar zat karsinogenik.
Sementara perusahaan bersikeras bahwa produk mereka aman dan bebas dari asbes, laporan Reuters terkini menyebutkan bahwa J & J tahu produk mereka terkontaminasi. Namun informasi ini disembunyikan beberapa dekade.
Meski perdebatan terus berlanjut, para ahli memiliki tips agar konsumen lebih berhati-hati dengan penggunaan produk bedak tabur. Salah satunya menghindari penggunaan bedak tabur bayi di area genital mereka. Alasannya serbuk bedak sangat kecil sehingga ada risiko masuk ke bagian ovariumnya.
Selain itu pastikan untuk menggunakannya seminimal mungkin dan jauhkan dari kemungkinan terhirup bayi. Nah jika Anda ingin menghindari risiko ruam popok pada bayi, Michael Grosso, kepala petugas medis di Rumah Sakit Huntington di Newwell Health di New York memberikan alternatif dengan menggunakan tepung maizena.
"Tentu saja itu (tepung maizena) tidak praktis dan memakan banyak waktu. Meski demikian tepung maizena lebih aman ketimbang bedak tabur. Selain itu saya juga merekomendasikan penggunaan produk berbasis petroleum jeli yang kandungannya lebih aman untuk semua jenis kulit," tandas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh