Suara.com - Mi instan menggoda dengan bermacam varian rasa unik yang juga enak. Namun tahukah Anda bahwa kebanyakan makan mi instan punya dampak buruk bagi tubuh?
Pertama-tama, Anda harus paham bahwa kandungan gizi dan nutrisi pada mi instan sama sekali tidak berguna bagi tubuh, karena hanya mengandung karbohidrat dan garam.
Dalam satu porsi mi instan, terdapat 1.100 mg sodium yang Anda konsumsi. Ini ternyata melebihi anjuran asupan sodium untuk satu orang dalam satu hari.
Sodium inilah yang bisa mengganggu proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Ketika banyak sodium masuk ke dalam tubuh, secara otomatis air akan tertahan. Inilah penyebab lesu dan kembung yang dirasakan usai makan mi instan.
Mi instan juga minim kandungan serta, protein, dan hanya mengandung karbohidrat dalam jumlah besar.
Seperti yang sudah diketahui bersama, konsumsi karbohidrat terlalu banyak bisa membuat nafsu makan meningkat, dan gula darah naik.
Alhasil, berat badan pun akan ikut mengalami kenaikan. Bukan asal sebut, penelitian yang dilakukan oleh Dr Braden Kuo dari Massachusetts General Hospital pada tahun 2012 membuktikan hal ini.
Penelitian lainnya yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health kepada wanita yang mengonsumsi ramen menyebut dampak mi instan juga berpengaruh terhadap sistem metabolisme.
Sekitar 68 persen responden yang doyan makan ramen mengalami sinrom metabolik, yakni sindrom yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.
Baca Juga: Yenny Wahid Cerita Jokowi Kurus yang Kuat di Atas Kapal Perang
Ingin tahu informasi lebih banyak soal dampak kebanyakan makan mi instan, simak di HiMedik ya!
Tag
Berita Terkait
-
Ternyata 4 Kebiasaan Sepele Ini Bermanfaat untuk Tubuh
-
Ini 4 Kuliner Khas Indonesia yang Harganya Selangit di Luar Negeri
-
Ada 5 Jenis Garam, Selain Yodium Ini Asupan di Dalamnya
-
Bikin Ngakak, Begini Jadinya Kalau Mie Instan Jadi Model Rambut
-
Foto Ini Bongkar Harga Warung Saat Bakso dan Soto Cuma 250 Rupiah
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?