Suara.com - Serangan panik dan serangan jantung sulit dibedakan sebab keduanya memiliki gejalanya yang sangat mirip. Apalagi, serangan jantung juga dapat menyebabkan seseorang panik.
Melansir HiMedik dari Medical News Today, gejala serangan panik di antaranya adalah dada terasa sangat sakit, kesemutan di tangan, sesak napas, jantung berdebar kencang, berkeringat, dan gemetar. Sedangkan gejala serangan jantung , seperti sakit dada, sesak napas, mual, muntah, dan berkeringat.
Lalu bagaimana cara membedakannya?
Sulit untuk mengetahui perbedaan antara serangan panik dan serangan jantung terutama jika seseorang belum pernah mengalami gejala sebelumnya. Namun, kamu bisa menganalisisnya dengan memperhatikan hal-hal berikut.
Karakteristik rasa sakit
Meskipun kedua kondisi ditandai dengan nyeri dada, karakteristik nyeri seringkali berbeda. Selama serangan panik, nyeri dada biasanya tajam atau menusuk dan terasa di bagian tengah dada.
Sedangkan nyeri dada akibat serangan jantung mungkin menyerupai tekanan atau sensasi meremas. Lokasi sakitnya mulai dari tengah dada, tetapi kemudian dapat menyebar ke lengan, rahang, atau tulang belikat.
Serangan
Timbulnya gejala dapat membantu seseorang mengetahui apakah mereka mengalami serangan panik atau serangan jantung.
Baca Juga: Kisah Viral Pasangan Menikah di Puskesmas, Begini Fakta di Baliknya
Sayangnya kedua kondisi dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa gejala. Namun, tetap ada perbedaan, seperti halnya serangan jantung yang terkadang datang karena aktivitas fisik, seperti menaiki tangga.
Sebaliknya, serangan panik dapat terjadi sebagai peristiwa yang terisolasi atau sebagai bagian dari gangguan kecemasan.
Durasi
Lama gejala yang muncul memang bervariasi, tetapi kebanyakan serangan panik berakhir dalam 20 hingga 30 menit. Sedangkan serangan jantung, gejalanya cenderung lebih lama dan semakin buruk seiring waktu.
Misalnya, nyeri dada mungkin ringan pada awal serangan jantung, tetapi menjadi parah setelah beberapa menit.
Dikarenakan gejala serangan panik dan serangan jantung serupa, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan. Terutama jika gejalanya seperti nyeri dada berlangsung lebih dari 2 atau 3 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
Terkini
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit