Suara.com - Mendengar kata terapi urin tentu Anda akan mengerenyitkan dahi. Bagaimana tidak, urin yang selama ini kita buang saat ingin kencing, justru bisa menjadi media penyembuhan penyakit tertentu.
Dilansir dari Foxnews, berdasarkan studi kasus yang diterbitkan dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, terapi urin telah digunakan oleh orang Yunani dan Mesir kuno berabad-abad yang lalu.
Saat ini, terapi urin kembali populer di Asia, Amerika Selatan dan Timur Tengah sebagai "terapi ajaib" untuk mengatasi kondisi seperti jerawat atau bahkan kanker.
Namun, para ahli kesehatan memilih tak percaya karena manfaat terapi ini tidak didukung oleh banyak penelitian. Bahkan menurut para ahli, minum air seni atau mengoleskannya ke kulit dapat mendatangkan efek berbahaya karena mengandung bakteri.
Untuk mengarah pada kesimpulan ini, seorang anak laki-laki berusia 16 tahun menjadi pasien terapi urin topikal untuk mengatasi jerawatnya. Teknik ini memperlihatkan hasilnya namun akhirnya menyebabkan peradangan lebih lanjut ketika pengolesan urin untuk kedua kalinya.
Dokter mengkonfirmasi bahwa kulit remaja tersebut mengandung bakteri jauh di atas jumlah normal. Anak itu kemudian diberi pengobatan resep untuk menyembuhkan peradangan akibat bakteri.
Terapi urin mungkin timbul dari gagasan bahwa urin awalnya steril ketika meninggalkan tubuh. Banyak orang, termasuk dokter, percaya bahwa air seni tidak mengandung bakteri berbahaya pada tahap ini.
Namun, penelitian terbaru yang dilakukan pada 41 pasien dengan gangguan kandung kemih justru mengungkapkan hasil sebaliknya. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Microbiology menunjukkan bahwa ditemukan 85 spesies bakteri berbeda termasuk Streptococcus dan Staphylococcus pada urin responden.
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa bakteri ada di saluran kemih sehingga penelitian selanjutnya diperlukan untuk mengungkap apakah gangguan kandung kemih yang terlalu aktif juga terkait dengan bakteri.
Baca Juga: Pakai Gamis dan Peci, Mandala Shoji Serahkan Diri
Berdasarkan penelitian ini, orang yang minum atau mengoleskan urin ke kulit mereka mungkin akan memasukkan kembali bakteri berbahaya ke dalam tubuh, yang membahayakan kesehatan.
Selain itu, studi kasus terapi urin untuk jerawat juga menunjukkan bahwa urine adalah produk limbah yang berarti harus dibuang dari dalam tubuh. Menggunakan kembali limbah itu sama saja menentang metabolisme tubuh.
Mengonsumsi urin sebagai upaya terapi juga dapat memberikan tekanan yang tidak semestinya pada hati dan ginjal. Kedua organ tersebut harus menyaring kembali racun yang sudah keluar dari tubuh lewat proses ekskresi.
Berita Terkait
-
Sebelum Lakukan Pemutihan Utang BPJS, Pemerintah Ingin Pastikan Hal Ini
-
BPJS Kesehatan PBI Mendadak Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali
-
Penyakit Khas Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Wajib Dicek Sebelum Beli
-
Merokok, Pola Asuh Ayah, dan Persepsi Kesehatan Anak Lintas Generasi
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya