Suara.com - Makan Nasi Kemarin Amankah Bagi Tubuh?
Anda tentu pernah memanfaatkan sisa nasi yang dimasak kemarin untuk diolah menjadi nasi goreng. Selain mencegah membuang-buang makanan, nasi sisa kemarin juga lebih lezat jika diolah menjadi nasi goreng.
Namun bagaimanakah efeknya bagi kesehatan? Amankah mengonsumsi nasi yang dimasak kemarin?
Menurut National Health Service (NHS) Inggris, mengonsumsi nasi yang dipanaskan berulang kali dapat menyebabkan keracunan. Namun bukan proses pemanasan ulang yang membuat masalah, melainkan cara penyimpanan setelah nasi dimasak.
Dilansir dari laman TimesofIndia, nasi yang dibiarkan terlalu lama dalam suhu kamar setelah dimasak dapat menjadi media pertumbuhan spora bakteri Bacillus cereus yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Bakteri tumbuh dengan cepat dan dapat menghasilkan racun yang dapat menyebabkan seseorang keracunan.
Itu sebabnya menurut para ahli, semakin lama membiarkan nasi setelah matang dalam suhu kamar maka semakin tidak aman untuk dikonsumsi.
Namun, jika Anda sudah memasak banyak nasi dan tidak bisa mengkonsumsinya sekaligus, maka jangan langsung dibuang. Anda dapat menyimpannya untuk hari berikutnya secara aman dengan mengikuti beberapa langkah sederhana berikut.
Pertama-tama, habiskan nasi segera setelah dimasak. Kedua, jika Anda memiliki banyak nasi, simpan segera, idealnya dalam 1 jam setelah nasi matang.
Anda bisa menyimpan nasi di lemari es Anda maksimal dalam waktu sehari. Hindari untuk memanaskannya lebih dari satu kali.
Baca Juga: Video Sepasang Pengantin Tercebur Kali Viral di Medsos Bikin Warga Resah
Ketika memanaskan nasi, pastikan panasnya mengepul sebagai tanda bahwa nasi dipanaskan dalam suhu maksimal. Dengan mengikuti langkah-langkah ini bakteri tidak akan mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan nasi sisa Anda akan aman untuk dikonsumsi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius