Suara.com - Astrid Tiar Berbagi Tips Aman Mencuci Pakaian si Kecil.
Memastikan anak-anak aman dari bakteri, tak cukup hanya dengan memperhatikan kebersihan area bermain dan lingkungan sekitarnya. Tetapi juga pakian yang digunakan anak sehari-hari harus bersih dari kotoran dan anti bekteri.
Oleh karena itu, membersihkan pakaian anak tak bisa sembarang cuci. Perlu cara khusus untuk mencuci pakian anak agar tidak terpapar bakteri yang dapat menyebabkan si kecil sakit.
Menyadari pentingnya marawat kebersihan pakaian anak, presenter sekaligus mom milenial, Astrid Tiar mengaku punya cara khusus mencuci pakaian anak.
“Pastinya saya selalu memilih detergen yang sudah terbukti ampuh membersihkan kotoran dan aman digunkan untuk mencuci seluruh pakaian. Tetapi saya tidak membedakan jenisnya, mau powder atau liquid sama saja,” ungkap Astrid Tiar saat ditemui Suara.com dalam acara peluncuran So Klin Experience Sakura, Kamis (28/2/2019), di kawasan Jakarta Selatan.
Selanjutnya Astrid memberikan tips penting untuk meminimalisir adanya bakteri yang menempel di pakaian anak. Ia selalu memisahkan waktu mencuci pakaian anak dengan pakaian orang dewasa lain yang tinggal di rumah.
“Untuk mencuci pakaian anak itu harus khusus. Jadi tidak boleh dicampur dengan pakaian kotor orang dewasa. Biasanya saat mencuci pakaian, baju-baju orang dewasa dicuci lebih dulu. Setelah selesai, baru baju anak-anak dicuci sendiri,” sambungnya.
Dengan memisahkan pakaian anak-anak dengan orang dewasa, Astrid yakin kuman-kuman yang ada dipakaian tidak tercampur. Sehingga pakaian anak-anak aman dari bakteri yang ada di pakaian orang dewasa.
“Karena kita kan nggak tahu ya kuman yang ada di baju. Sebagai orang dewasa, kita kan banyak bertemu orang di luar, belum lagi polusi udara, kalau sudah menempel dipakaian terus mencucinya dicampur dengan pakaian anak, kasian nanti kalau anak-anak tertular bakterinya. Jadi lebih aman dipisah,” tukasnya.
Baca Juga: Begini Gaya Maurizio Sarri Tanggapi Isu Pemecatan, Santai Tapi Menohok
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia