Suara.com - Sebuah video yang disebarkan berantai di sebuah percakapan Whatsapp menunjukkan seorang ibu yang mengungkapkan bahwa putranya mengalami pembuluh darah mata pecah akibat penggunaan gawai yang berlebihan.
"Anak saya mata pembuluh darah pecah. Bangun tidur langsung merah matanya. Saya merasa dia tidak terbentur benda tajam. Lalu saya bawa ke RS di Semarang. Ternyata kata dokter matanya lelah sehingga pembuluh darahnya pecah, ini sudah hari ketiga jadi sudah tidak terlalu parah," ujar ibu tersebut.
Dalam video tersebut, sang ibu yang tidak menyebutkan namanya itu mengaku telah berkonsultasi ke dokter mata di sebuah rumah sakit di Semarang.
"Sudah dites semua, kata dokter pembuluh darah mata pecah karena mata lelah. Kebetulan anak saya sering menonton hp berjam-jam. Saya sudah tegur dan larang. Tapi namanya anak-anak susah sekali melarang anak main hp," lanjut ibu itu.
Sang anak pun mengaku kapok terlalu sering menonton tayangan di Youtube karena membuat matanya menjadi kemerahan. Ia juga berjanji tak akan menggunakan hp berlebihan karena tak mau matanya kembali 'berdarah'.
"Teman-teman aku janji sama mamiku karena mataku sudah merah. Aku nggak mau nonton hp setiap hari. Kalau mamaku bilang stop hp, aku mau nurut sama mamiku. Temen-temen jangan suka nonton hp berlebihan ya," ucap seorang anak dalam tayangan video tersebut.
Menanggapi video viral ini, dr. Ferdiriva Hamzah Sp.M dari Jakarta Eye Center dalam Channel Youtubenya berjudul FerdirivaHamzah, menjelaskan bahwa informasi yang kadung viral ini adalah hoax. Menurutnya, bukan kali ini saja ada informasi yang menyebutkan bahwa menggunakan ponsel dapat membuat mata berdarah, timbul tumor atau juling ke dalam.
"Saya juga nggak pernah baca berlama-lama di depan gadget mata bisa timbul tumor atau berdarah. Enggak ya. Ini semua hoax. Jangan langsung percaya dengan hoax ini," ujar dr. Riva.
Dalam channel Youtubenya ini, dr. Riva juga menggandeng dr. Florence Manurung, Sp.M (K) selaku dokter spesialis mata anak di JEC Menteng. Dr. Florence +mengatakan bahwa penggunaan gawai memang dibatasi, namun menurutnya kebiasaan itu tidak akan membuat mata berdarah.
Baca Juga: Tak Tertarik Cari Alasan Ratna Buat Hoaks, Fahri Hamzah Sebut Bukan Anaknya
"Seorang anak main gawai menyebabkan bola mata berubah. Sehingga jangan kaget banyak anak sekarang yang pakai kacamata karena jarang aktivitas di luar. Jadi mata minus bertambah. Tapi bukan mata berdarah," ujar dr. Florence.
Kondisi mata berdarah sendiri, kata dr. Florence, bukan diakibatkan oleh penggunaan gawai, melainkan kondisi haemoclaria. Umumnya kasus ini sangat jarang. Selain itu penyebab dari kondisi mata merah lainnya adalah radang selaput mata atau trauma karena benda tajam.
"Jadi bukan karena gawai terus bisa berdarah," imbuh dr. Florence.
Lewat vlognya ini, dr. Riva ingin mengedukasi masyarakat agar tidak mudah percaya hoax. Ia tidak mau informasi hoax ini dijadikan alasan untuk membatasi anak menggunakan gawai.
"Saya nggak setuju itu dibiarin saja dibohongjn biar anak anak nggak mau gadget. Sains nggak bisa dipakai untuk bohong-bohong. Lebih baik bilangin ke anak jangan main gadget nanti minus makin nambah. Bahaya dalam arti bengkak, yang ditawarkan di hoax itu tidak benar atau salah. Jadi kalau menrmukan hoax yang tadi coba cari tahu jangan langsung main share," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat