Suara.com - Area puting susu atau payudara lecet merupakan hal yang wajar terjadi ketika ibu sedang aktif menyusui si kecil. Kondisi ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, tergantung dari tingkat luka yang terjadi pada area payudara.
Beberapa ibu menyusui mungkin akan mengalami lecet lalu sembuh dalam waktu singkat. Namun, ada pula yang merasa perih dan kesakitan terus-menerus karena luka di payudara saat menyusui.
Akibatnya, beberapa ibu mungkin merasa kurang nyaman menyusui si kecil karena rasa perih. Di sisi lain, ibu tetap harus memenuhi kebutuhan ASI Si Kecil dan dua kondisi ini pastinya sering membuat dilema.
Salah satu cara paling dianjurkan untuk mengatasi luka dan lecet di area payudara dengan tetap menyusui si kecil. Aktif menyusui dipercaya mampu mengobati dan mengurangi rasa sakit dan perih akibat lecet di area payudara.
ASI yang mengalir lancar dan gerakan bayi menghisap dapat membantu menstimulasi aliran ASI dan membantumu menyembuhkan luka lecet di area payudara.
Meski begitu, ada pula cara lainnya untuk mengobati luka lecet di area payudara atau puting susu, dilansir dari parenting.firstcry.com sebagai berikut:
1. Ubah posisi bayi. Pastikan posisinya mendapatkan aliran ASI yang cukup banyak sehingga ia tidak akan menghisap terlalu kencang.
2. Pijat lembut bagian belakang puting susu.
3. Pastikan area payudara selalu lembab dengan cara mengoleskan minyak zaitun di semua area termasuk puting susu sebelum memakai bra.
Baca Juga: Menyusui, Tasya Kamila Alami Lecet dan Perih
4. Rendam payudara pada campuran garam epsom dengan air hangat selama 3-4 kali sehari.
5. Jika kondisinya cukup parah, hentikan penggunaan bra sementara waktu.
Apabila ibu telah melakukan segala cara pengobatan rumahan tetapi tidak mengubah kondisi atau justru semakin parah hingga kesulitan menyusui, segera kunjungi dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.
Apalagi jika kondisi ibu disertai demam, inflasi, kedinginan atau keluar nanah dari luka. Kondisi tersebut tentu membutuhkan pertolongan dokter ahli.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia