Suara.com - Sapa Pemudik, Menteri Yohana Sebut Stasiun Senen Ramah Anak dan Perempuan
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yembise menyapa para pemudik yang berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta Pusat. Menteri Yohana menyapa beberapa pemudik perempuan dan anak-anak di dalam stasiun dan gerbong kereta Gaya Baru Malam tujuan Surabaya.
Menurut Yohana, Stasiun Senen sudah tergolong ramah anak, perempuan dan kaum disabilitas. Hal ini bahkan menunjukkan peningkatan berdasarkan pengalamannya pada musim mudik 2018 lalu. Jumlah kursi tunggu di Stasiun Senen juga ditambah menjadi 700 kursi.
"Saya lihat sepertinya sudah tambah 700 kursi yang dulunya saja hanya sekitar 250 kursi. Dan juga saya masuk ke ruang klinik itu luar biasa sekali. Steril ber-AC dan kelihatannya nyaman untuk digunakan. Obat-obat tersedia dan semua peralatan medis tersedia," ujar Menteri Yohana di Stasiun Senen, Sabtu (1/6/2019).
Yohana menambahkan, fasilitas seperti ruang laktasi yang nyaman juga dimiliki Stasiun Senen. Hal ini menunjukkan bahwa hak perempuan menyusui disediakan di stasiun ini.
"Saya juga sempat bertemu dengan salah seorang pemudik yang menggunakan ruang laktasi. Beliau senang sekali disediakan ruang laktasi yang nyaman. Hak-hak perempuan menyusui diperhatikan. Dan saya juga masuk ke dalam kereta api cukup nyaman ada pendingin udara," tambah Menteri Yohana.
Menteri Yohana pun berkesempatan menyapa para pemudik yang membawa anak dan memberikan bingkisan untuk anak-anak. Melihat langsung kondisi pemudik di kereta api, Menteri Yohana pun berpesan agar para orang tua menjaga anak-anak mereka sehingga tidak berkeliaran di lorong kereta.
Ia juga mengimbau agar para orang tua memperhatikan kembali waktu sekolah anak sehingga tidak telat karena terlalu asyik liburan. Pada penumpang laki-laki, Menteri Yohana pun berpesan untuk menjaga penumpang perempuan dari segala tindak kekerasan selama perjalanan mudik.
Baca Juga: Info Mudik Sabtu Pagi: 52.126 Pemudik Menyeberang ke Bakauheni
"Saya ucapkan selamat merayakan Idul Fitri dan kepada anak-anak saya ingatkan mereka agar setelah lebaran jangan lupa anak-anak harus dibawa kembali ke tempat asalnya terutama Jakarta agar bisa bersekolah. Saya juga mengingatkan para lelaki untuk menjaga pemudik perempuan di kereta api agar bebas dari tindak kekerasan baik fisik, psikis, seksual dan lain sebagainya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?