Suara.com - KLB Hepatitis A di Pacitan, Kemenkes Minta Masyarakat Tak Panik
KLB Hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, mengakibatkan lebih dari 820 orang dirawat di rumah sakit. Meski begitu, Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) meminta masyarakat tak panik dan khawatir.
Dikatakan Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, dr. Achmad Yurianto, hepatitis A adalah penyakit hepatitis paling ringan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir, Hepatitis A itu bisa sembuh sendiri asalkan istirahat total," katanya, dilansir Antara.
Hepatitis A adalah infeksi organ hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A yang dapat menular melalui makanan dan minuman.
Ia menjelaskan kasus KLB konteksnya masih dalam penanganan pemerintah daerah dan tidak masuk dalam kategori krisis. Berbeda dengan kategori wabah yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah pusat.
Yurianto menggambarkan penyakit Hepatitis A tak ubahnya seperti seseorang yang sakit karena keracunan makanan dikarenakan virus tersebut memang menular melalui makanan dan minuman.
"Tapi karena namanya Hepatitis, orang jadi berpikiran lain. Berbeda dengan Hepatitis B yang memang merupakan penyakit serius," ujarnya.
Kementerian Kesehatan mengidentifikasi meluasnya penyakit Hepatitis A di daerah tersebut dikarenakan perilaku hidup masyarakat yang kurang bersih seperti berbagi penggunaan alat makan saat bersamaan, serta meminum air isi ulang tanpa merek yang tidak dimasak lebih dulu. [ANTARA]
Baca Juga: Kemenkes : Pemblokiran Iklan Rokok Efektif Turunkan Angka Perokok Pemula
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat