Suara.com - Hubungan seksual termasuk kegiatan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Anda pasti pernah menemui atau mendengar keretakan rumah tangga karena hubungan seks yang tidak memuaskan.
Dalam hal ini pria dan wanita harus saling berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam kehidupan seksual demi menjaga rumah tangga.
Karena tidak hanya pria, wanita pun bisa merasa tidak puas dengan hubungan seksualnya bersama pasangan. Salah satu yang sering menjaga kegundahan wanita jika pasangan ejakulasi terlalu cepat.
Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan pria cepat ejakulasi saat berhubungan seks. Tetapi, kondisi ini juga bisa dipengaruhi dan diatasi secara psikologis.
Dr Dedy Susanto, seorang dokter psikologis pernah membagikan penyebab dan cara mengatasi ejakulasi dini melalui channel Youtube pribadinya, Kuliah Psikologi.
Menurutnya, nafsu seks sama halnya dengan nafsu makan dan lainnya. Secara psikologis, orang yang sering ejakulasi dini saat hubungan seks karena tidak bisa mengontrol nafsunya.
Karena tidak bisa mengontrol nafsu, pria tersebut menjadi terburu-buru dalam menikmati hubungan seksualnya hingga terjadi ejakulasi cepat.
"Kalau perasaan bisa kontrol pikiran lebih baik, bisa lebih sabar maka tidak akan terjadi ejakulasi dini," kata dr Deddy Susanto.
Ia pun menyarankan agar seseorang yang mengalami kondisi seperti ini melatih perasaannya untuk mengontrol nafsu. Bermula dari mengontrol nafsu makan yang nantinya akan memengaruhi nafsu atau ritme berhubungan seks.
Baca Juga: Hubungan Seks Maraton 48 Jam, Pengantin Wanita Ini Langsung Meninggal
Caranya, seseorang harus menahan diri dan mencoba menikmati makanan yang paling disukai atau membuatnya sangat bernafsu. Berdasarkan psikologis, cara ini bisa melatih kesabaran seseorang.
"Jadi, trik supaya kamu tidak ejakulasi dini secara psikologis adalah kamu cari tahu makanan kesukaan kamu, kamu mulai berlatih ketika kamu konsumsi makanan kesukaan kamu. Coba kamu kontrol cara makanmu itu makan pelan-pelan, nggak yang beringas," ujarnya.
Jika Anda tidak memiliki makanan yang paling disukai. Anda bisa melatih kesabaran dan mengontrol nafsu ketika menunggu sesuatu yang diinginkan sekali.
Menurutnya, cara tersebut sedikit memengaruhi kesabaran dan ketenangan seseorang dalam berhubungan seksual.
"Menikmati makanan kesukaan dengan sabar dan pelan, itu akan memengaruhi sedikit banyaknya ke ritme hubungan seks. Ketika kamu hubungan seks tidak akan buru-buru, tapi tidak langsung terjadi ya," jelasnya.
Sebab, hal tersebut melatih seseorang agar lebih sabar dan tenang menghadapi sesuatu secara psikologis. Sehingga, alam bawah sadar akan merekam dan membuat seseorang lebih tenang saat hubungan seks.
Berita Terkait
-
Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
-
UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha
-
Warga Iran Masih Takut di Bom AS - Israel, Tiap Malam Sembunyi di Kamar Mandi
-
Daftar Hotline dan Bantuan Psikologis Korban Kekerasan Seksual di Depok-Jakarta
-
Review Serial Ejakulasi Dini: Drama Komedi Remaja yang Berani dan Kocak!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat