Suara.com - Apakah Anda merasa lapar sepanjang waktu? Merasa lapar, padahal Anda sudah cukup makan bisa disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya karena stres, ketidakseimbangan hormon, kadar gula darah rendah atau efek samping obat-obatan tertentu.
Selain itu, diketahui bahwa hormon memainkan peran penting dalam pengaturan lapar dan penumpukan lemak di dalam tubuh. Ada dua jenis hormon yang terlibat, yaitu ghrelin dan leptin.
Homen ghrelin memicu rasa lapar dengan cara mengirim sinyal ke otak. Anda akan makan berlebih jika hormon ini diproduksi secara berlebihan di dalam tubuh. Hingga menyebabkan penumpukan lemak dan menambah berat badan.
Sementara leptin berperan untuk menekan nafsu makan dengan cara mengirimkan sinyal ke otak bahwa Anda telah kenyang. Hal ini akan mencegah Anda untuk makan terlalu banyak.
Namun, jika leptin tidak dikeluarkan dengan tepat, Anda akan sering merasa lapar hingga menyebabkan kenaikan berat badan. Untuk itu, sangat penting mengonsumsi makanan yang meningkatkan kadar leptin dan menurunkan kadar ghrelin.
Dilansir Suara.com dari boldsky, berikut makanan yang membantu Anda untuk mengatasi rasa lapar.
1. Telur
Banyak penelitian mengungkapkan bahwa makan telur untuk sarapan pagi bisa menekan hormon ghrelin. Itu sebabnya, Anda akan tidak akan terlalu merasa lapar saat siang hari. Mengonsumsi telur juga berarti lebih sedikit asupan kalori.
2. Wortel
Baca Juga: Orang yang Lapar Ternyata Moodnya Akan Berubah, Begini Penjelasannya!
Wortel kaya akan serat dan karotenoid sehingga mengonsumsi wortel sebagai camilan di sela-sela waktu makan akan membantu mengurangi produksi asam lambung dan mengurangi rasa lapar.
3. Oatmeal
Mengonsumsi oatmeal untuk sarapan pagi akan membuat Anda merasa puas dan kenyang. Oatmeal juga mengandung serat tidak larut yang mengisi perut dan membantu produksi asam lemak yang dikenal sebagai butirat, yang mengurangi peradangan di dalam tubuh.
Kandungan karbohidrat dalam oatmeal dapat membuat Anda kenyang lebih sehingga mencegah rasa lapar yang berujung pada makan berlebihan.
4. Alpukat
Alpukat dianggap sebagai salah satu buah tersehat. Karena kandungan antioksidannya, alpukat bisa mengurangi asam pencernaan di lambung dan mengurangi rasa lapar.
Berita Terkait
-
Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?
-
Detoks Alami Pasca-Lebaran: 5 Kombinasi Makanan Sehat agar Nutrisi Terserap Maksimal
-
5 Resep Makanan Sehat untuk Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Tinggal Sat Set!
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
4 Serum Wortel Kaya Vitamin C, Solusi Atasi Kulit Kusam dan Bekas Jerawat
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?