Suara.com - Seorang ibu asal Malaysia, Afiza Jamaludin terkejut ketika anaknya yang berusia 11 tahun mengalami sakit perut parah hingga tidak bisa berdiri.
Awalnya, ia mengira anaknya mengalami masalah lambung tetapi kondisinya justru semakin buruk hingga anaknya tidak bisa berdiri tegak.
Dokter mengatakan kondisi tersebut kemungkinan disebabkan oleh banyaknya kotoran di usus besar anaknya. Ternyata banyak tinja yang masih terjebak di dalamnya.
Menurut dokter, kotoran yang menumpuk di usus besar itulah yang menyebabkan anaknya sakit perut. Selain itu, kondisi ini biasa terjadi pada anak yang hampir tidak pernah makan sayur dan buah.
Melansir dari Daily Mail, banyak bahaya penyakit jika anak tidak pernah makan sayur dan buah-buahan. Penelitian menemukan anak-anak yang tidak makan sayur dan buah cenderung 53 persen berisiko asma.
Para peneliti dari Americah College of Allergy pun menemukan 21 persen anak-anak yang tidak makan sayur berisiko menderita asama. Angka ini lebih tinggi dibandingkan tingkat risiko pada anak-anak yang konsumsi sayur, yakni hanya 17 persen.
Kondisi ini sangat mungkin terjadi karena tubuh lebih rentan terhadap penyakit dan virus pernapasan akibat kekurangan nutrisi dari sayur dan buah.
Selain itu melansir dari hellosehat.com, anak-anak yang tidak pernah makan sayur dan buah sejak kecil bisa berisiko mengalami 3 kondisi, antara lain:
1. Masalah berat badan berlebih
Baca Juga: Viral, Usus Anak 11 Tahun Penuh Kotoran karena Jarang Makan Sayur
2. Masalah pencernaan, seperti sembelit dan wasir
3. Berisiko kolesterol dan gula darah tinggi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya