Suara.com - Tingkat Imunisasi di Papua Rendah, Menkes Usul Bantuan Non Sipil.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek kembali menyoroti tingkat imunisasi yang rendah di Provinsi Papua.
Dalam acara launching Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPMK) 2018 di Jakarta, Senin, (15/7/2019), Nila mengatakan masalah polio di Papua harus segera diselesaikan.
"Kalau tidak bisa diatasi, kita akan mendapatkan hal yang tidak baik di mata dunia," kata Nila.
Menurut Nila, masalah distribusi menjadi salah faktor rendahnya cakupan imunisasi di provinsi paling Timur wilayah Indonesia tersebut.
Ia kemudian mengatakan, jika dimungkinan, Kemenkes akan meminta bantuan 'di luar sipil' untuk mendistribusikan imunisasi polio di sana.
"Ini untuk kemanusian. Hal ini menyebabkan terjadi penurunan derajat kesehatan di masyarakat. Kami optimis bisa diselesaikan. Memang harus kerja keras tapi Insha Allah bisa kita lakukan."
Sebelumnya, ramai diberitakan mengenai 7 orang anak Papua yang mengalami lumpuh. Meski begitu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa kelumpuhan tersebut bukan disebabkan oleh polio.
Meski demikian satu kasus polio ditemukan di Kabupaten Yahukimo dan mendesak pemerintah pusat untuk melakukan Outbreak Respons Immunization. Tingkat imunisasi yang rendah dan maraknya isu polio di Papua pun membuat Menkes menyoroti serius.
Baca Juga: Menteri Susi Ngakak Bareng Bapak Ini, Ini Candaan Mereka Versi Warganet
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya