Suara.com - Sakit Kepala Akibat Lama Menatap Layar Komputer, Ini Cara Mengatasinya.
Pekerja kantoran kini juga mengharuskan banyak pegawai untuk mengerjakan tugas melalui laptop atau komputer.
Hingga melihat layar komputer terlalu lama menyebabkan sakit kepala pun bisa sering dirasakan.
Kondisi ini tentu bisa menghambat aktivitas dan pekerjaan Anda. Untuk itu, agar pekerjaan dan kegiatan dapat berjalan lancar, Anda perlu mengatasi rasa sakit ini.
Di dalam dunia kesehatan, terdapat istilah CVS atau Computer Vision Syndrome alias sindrom penglihatan komputer. Sindrom yang berkaitan dengan komputer ini dapat memengaruhi kesehatan mata dan area leher hingga kepala Anda.
Oleh karena itu, tidak jarang orang yang terlalu lama melihat layar komputer mengeluhkan sakit kepala dan memiliki masalah penglihatan. Kondisi ini disebabkan oleh fokus dan gerak mata yang hanya tertuju pada satu arah dalam waktu yang lama.
Semakin lama Anda memerhatikan satu titik, semakin berat pula dampak yang ditimbulkan.
Pada tahun 2014 dilakukan sebuah penelitian yang melibatkan 500 mahasiswa dari Uni Emirat Arab. Di dalam penelitian tersebut ditemukan hampir separuh mahasiswa memiliki gangguan penglihatan dan kesehatan lainnya.
Mulai dari sakit kepala hingga mata kering dan lelah mereka keluhkan. Hal tersebut ternyata disebabkan oleh jarak pandang dan durasi penggunaan komputer tanpa istirahat yang mereka lakukan selama mengikuti perkuliahan atau sehari-hari.
Baca Juga: Beda dengan Migrain, Ini 4 Tanda Sakit Kepala karena Tumor Otak!
Walaupun mungkin tidak memberikan efek jangka panjang, sakit kepala karena melihat layar komputer terlalu lama dapat menghambat aktivitas.
Itu sebabnya, penting bagi Anda mengetahui cara mengatasi sakit kepala akibat menatap layar terlalu lama.
Umumnya, sakit kepala akibat terlalu lama melihat layar komputer disebabkan oleh mata yang kurang beristirahat. Itu sebabnya, salah satu cara paling ampuh mengatasi masalah ini adalah beristirahat.
Selain menjauhkan diri layar komputer, Anda juga bisa melakukan beberapa hal berikut dilansir Hello Sehat.
1. Latihan pernapasan
Pada saat sedang duduk di depan layar komputer, cobalah untuk melakukan latihan pernapasan sambil menutup mata.
Mulailah mengambil napas dengan panjang dan perlahan beberapa kali, lalu buang secara perlahan. Lakukan hal ini beberapa kali sampai sakit kepala Anda terasa berkurang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat