Suara.com - Seorang remaja pria usia 13 tahun asal China dilarikan ke rumah sakit setelah nekat menusukkan jarum ke penisnya demi menahan ngantuk.
Ia sengaja menusukkan jarum akupuntur sepanjang 10 cm ke Mr P agar tidak mengantuk ketika begadang mengerjakan tugasnya.
Setelah 15 jam, ia mulai menyadari jalannya lebih lambat dari biasanya dan tampak kesakitan sehingga mengatakannya kepada sang ibu.
Mulanya, sang ibu sudah menyadari anaknya berjalan sangat lambat ketika diminta bergegas. Setelah itu, anaknya baru mengatakan bahwa ia telah menusukkan jarum akupuntur ke uretranya semalaman.
"Dia jalan begitu lambat, lalu akhirnya berkata padaku bahwa dia telah mencoba menahan rasa ngantuknya dengan menusukkan jarum ke uretra," kata sang ibu, dikutip dari Mirror.
Tanpa pikir panjang, sang ibu pun langsung membawa anaknya ke rumah sakit Anak Xi'an China dini hari.
Tim medis mengatakan anak remaja itu merasa sangat kesakitan ketika berjalan dan buang air kecil. Hal itu disebabkan oleh tusukan jarumnya yang mendekati kandung kemih.
"Dia kesakitan ketika berjalan dan buang air kecil. Jarum itu berukuran 10 cm dan sepenuhnya berada di dalam uretra hingga mendekati kandung kemihnya," ujar tim medis.
Akibat ulahnya itu, ia berisiko infeksi dan pendarahan jika terus bergerak. Hal itu karena jarum yang ditusukkan bisa merusak kandung kemih atau arteri.
Baca Juga: Bahaya Kecanduan Masturbasi, Bisa Bikin Mr P Bengkak!
Oleh karena itu, ia pun harus menjalani operasi pengambilan jarum akupunturnya yang ditusukkan ke dalam uretra. Saat ini, kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?