Suara.com - Kehamilan pertama Syahnaz Sadiqah, adik Raffi Ahmad kini sudah memasuk usia 4 bulan. Syahnaz pun mendapat teguran dari sejumlah warganet ketika menghadiri acara ulang tahun Insert.
Hal itu karena Syahnaz Sadiqah yang sedang hamil anak kembar terlihat seperti masih mengenakan high heels saat menghadiri acara tersebut. Meski didampingi oleh suaminya, warganet tetap khawatir dengan kondisi kehamilannya.
"Jangan pakai sepatu hak tinggi @syahnazs kalau lagi hamil hehe," tulis @adhiemaulana976.
Sampai sekarang, persoalan memakai sepatu hak tinggi saat hamil seperti Syahnaz masih sering menjadi perdebatan. Apakah memakai high heels saat hamil benar-benar berisiko?
Melansir dari Mom Junction, banyak wanita hamil sekarang yang masih nekat pakai high heels. Tetapi, banyak dokter menyarankan untuk tidak melakukannya dengan alasan apapun.
Sebab, ada 6 risiko jika wanita hamil tetap memaksakan diri memakai high heels.
1. Kram otot
Ketika ibu hamil memakai sepatu hak atau high heels dalam waktu yang lama, ini bisa membuat otot-otot betisnya kram. Kondisi ini bisa memperburuk kehamilan Anda.
2. Nyeri punggung
Baca Juga: Shandy Aulia Gemar Pilates, Ini Manfaatnya selama Kehamilan
High heels juga membuat Anda mendapat banyak beban berat di bagian depan selama kehamilan dan bisa menyebabkan rasa sakit.
Selain itu, high heel juga memberikan tekanan berlebih pada sendi panggul dan punggung karena penopang tidak tepat. Hal ini bisa menyebabkan nyeri di sekitar persendian dan ligamen punggung bawah serta panggul.
3. Tidak seimbang
High heels juga membuat kekuatan di pergelangan kaki cenderung berkurang karena kelebihan berat badan dan perubahan hormon dalam tubuh.
Kondisi itulah yang membuat ibu hamil disarankan tidak mengenakan high heels karena keseimbangannya yang berkurang. High heels bisa saja menyebabkan cedera pada ibu hamil dan janin dalam kandungannya.
4. Otot mengendur
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh