Suara.com - Lakukan 3 Stimulus Ini untuk Tubuh Berotot, Perubahannya dalam Sebulan.
Mendapatkan tubuh sehat dan ideal tentu keinginan banyak orang baik laki-laki dan perempuan.
Tidak sedikit pula yang ingin memiliki tubuh langsing dan berotot. Namun, bagaimana pun, membentuk otot tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan kerja dan komitmen yang signifikan untuk melihat hasilnya.
Ya, butuh waktu sebulan untuk merasakan perubahan, baik itu pikiran, tubuh hingga penurunan berat badan yang aman dan menyehatkan.
David Prosser, Country Manager Fitness First Indonesia, menuturkan agar otot dapat terbentuk dan tumbuh sehat dengan bentuh tubuh ideal yang diinginkan pula, penting untuk memberikan stimulus besar yang membuat otot bekerja maksimal.
Apa aja sih stimulus yang baik dan benar untuk mendapatkan otot tubuh dan bentuk tubuh ideal?
Berikut Cleber Nunes, Group Fitness Development Manager Fitness First membagikan tipsnya dalam konferensi pers, Rabu(31/7/2019). Ia juga memperkenalkan Stages Flight yang merupakan alat bersepeda kelompok indoor di kelas Pro-Cycling Fitness First.
Konsisten olahraga
Baca Juga: Memukau! 6 Seleb Cantik Pamerkan Otot Kekar
Jika Anda merasa melakukannya olahragara sendiri di rumah bisa konsisten, bisa melakukannya di rumah dengan panduan yang benar. Namun, baik jika melakukannya di tempat gym.
"Fitness First Mal Pacific Place misalnya, menawarkan Stages Flight yang merupakan alat bersepeda kelompok indoor yang dapat meningkatkan intensitasi kelas. Alat ini menampilkan tayangan langsung performa member bersama-sama untuk saling memacu, jadi instruktue bisa memantau sampai mana perkembangan dan menstimulun pergerakan member," katanya.
Alat baru dengan instalasi tercanggih ini memantau kinerja latihan member, Stages Flight menghubungkan sepeda indoor khusus ke perangkat lunak berbasis web dan menampilkan berbagai fitur andalan seperti metrik data tingkat kekuatan, interface layar modern, seleksi rutr bersepeda yang banyak, serta kemampuan untuk melacak perkembangan fitness dan lain-lain.
Makan sehat
Untuk mendukung program pembentukan otot yang kita jalani, kita harus mengonsumsi makanan alami dan tinggi protein. Sementara, waktu adalah penting karena merupakan bagian integral untuk membuat otot menjadi rileks.
"Saya merekomendasikan agar Anda mengonsumsi protein setelah 30 menit hingga satu jam usai berolahraga. Waktu tersebut merupakan saat yang optimal bagi otot untuk menyerap protein yang kita konsumsi dan memulai proses pembangunan kembali. Membangun otot mungkin merupakan proses yang lambat. Tapi, usaha untuk mempertahankan gaya hidup sehat akan terlihat seiring waktu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia