Suara.com - Air sangat penting untuk tubuh, sekitar 60 persen dari tubuh terdiri dari air. Sehingga penting untuk memperhatikan asupan air agar tubuh tetap terhidrasi.
Kita sering mendengar bahwa tubuh setidaknya membutuhkan 2 liter air setiap harinya agar tetap terhidrasi. Namun, tahukah bahwa Anda harus minum di waktu yang tepat dalam sehari agar mendapatkan manfaat yang maksimal?
Dilansir dari timesofindia, ini 6 waktu Anda harus minum agar tetap sehat dan bugar.
1. Saat bangun di pagi hari
Mulailah hari Anda dengan minum segelas air di pagi hari. Hal ini akan membantu Anda untuk menghilangkan racun dari tubuh dan memberikan energi. Minum air dalam suhu normal atau hangat, hindari minum air dingin di pagi hari.
2. Sebelum makan
Minum air sebelum makan akan membuat Anda mereka lebih kenyang dan mencegah makan berlebihan. Mengonsumsi segelas air sebelum waktu makan akan membangkitkan selera makan dan melembapkan lapiran perut. Cara ini juga membersihkan rasa dari sisa makanan atau minuman sebelumnya.
3. Minum saat lapar
Terkadang kita merasa lapar saat benar-benar haus. Jadi, jika Anda lapar di antara waktu makan, minumlah segelas air untuk melihat apakah sebenarnya Anda mengalami dehidrasi.
Baca Juga: Jarang Minum Air Putih? Ini yang akan Terjadi pada Tubuh Anda
4. Sebelum dan sesudah latihan
Untuk menghindarkan diri dari dehidrasi, minumnya 2-3 gelas air sebelum dan sesudah sesi latihan. Hal ini akan membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun, jangan minum terlalu banyak air dalam waktu yang singkat karena akan menyebabkan kram perut.
5. Saat sakit
Tingkatkan asupan air saat Anda sakit. Hal ini tidak hanya akan menghindrasi tubuh, tetapi juga menghilangkan racun dari tubuh dan membantu Anda pulih lebih cepat.
6. Saat lelah
Jika Anda benar-benar merasa kelelahan dan tidak punya waktu untuk istirahat, maka minumlah segelas air. Terkadang Anda tidak menyadari bahwa kelelahan adalah tanda dehidrasi. Minum air putih akan memberi sedikit dorongan bagi otak Anda, bahkan jika tidak memiliki waktu untuk istirahat.
Berita Terkait
-
Mengatasi Kulit Dehidrasi: 5 Pilihan Moisturizing Cream untuk Dry Skin
-
Beda Kulit Kering dan Kulit Dehidrasi, Wajib Tahu agar Tidak Salah Pilih Skincare
-
Puasa Bikin Rambut Kering karena Dehidrasi? Ini Rahasianya Agar Tetap Segar Seharian Selama Ramadan!
-
Ngopi saat Sahur, Efektifkah untuk Menjaga Energi Selama Puasa?
-
4 Moisturizer untuk Cegah Dehidrasi dan Perkuat Skin Barrier saat Puasa
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun