Suara.com - Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan berat badan ideal. Salah satunya dengan menerapkan diet keto yang menekankan pentingnya pola makan rendah karbohidrat namun tinggi lemak.
Tapi menurut ahli gizi, dr. Samuel Oetoro, SpGK, diet keto hanya boleh diterapkan paling lama selama enam bulan saja.
"Menurut penelitian, idealnya hanya tiga sampai enam bulan. Setelah enam bulan, efek samping akan keluar," kata dr. Samuel di Jakarta baru-baru ini.
Efek samping yang dr. Samuel maksud adalah masalah kolesterol tinggi, asam urat tinggi, dan fungsi ginjal yang menurun.
Meski demikian, dr. Samuel setuju bahwa diet keto relatif mampu menurunkan berat badan. Namun bila selama enam bulan berat badan tak kunjung berubah, ia menyarankan untuk beralih menjalani konsep diet mediterania.
"Diet mediterania banyak menggunakan olive oil. Mediteranian bagus, orang Yunani insiden diabetesnya bahkan yang terendah di dunia," tambahnya.
Selanjutnya, dr. Samuel juga menekankan perlunya tes genetik yang diklaim berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan, dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi.
Itu juga alasan mengapa diet tertentu akan bekerja dengan cara berbeda pada semua orang tergantung genetiknya.
"Karena bermain sudah pada gen bukan di sel, ada kromosom ada DNA. Di DNA itulah ada gen, jadi sudah bagian yang terkecil dari tubuh kita. Jadi tingkat keberhasilannya, harus berhasil," kata dr. Samuel.
Baca Juga: Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta?
Masalahnya, hasil genetik yang didapat perlu 'diterjemahkan' oleh dokter spesialis seperti dokter gizi dalam bentuk makanan. Kalau sudah begitu, akan dilihat apakah makanan A akan memberikan efek pada berat badan (naik/turun/tetap) kepada pemilik gen tertentu.
Selaras dengan pernyataan dr Samuel, Regional Product Executive Prodia, Fakhril Akmal, S.Farm, Apt, mengungkapkan pentingnya mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai melalui pemeriksaan nutrigenomics, salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics.
"Ini cukup dilakukan satu kali seumur hidup, untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai baseline dan guidence untuk melakukan gaya hidup yang sesuai," tutup Fakhril.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga