Suara.com - Sakit Sejak 2011, Bocah Ini Akhirnya Meninggal Karena Bakteri E. Coli
Seorang anak laki-laki asal Perancis berusia 10 tahun yang sakit akibat keracunan bakteri E. Coli pada 2011 lalu dinyatakan meninggal dunia.
Dia adalah Nolan Moittie, yang jatuh sakit berbarengan dengan 14 anak-anak lainnya.
Dilansir BBC, Nolan harus mendapatkan perawatan intensif sejak 2011 setelah terkontaminasi bakteri E. Coli setelah mengonsumsi burger daging sapi dari supermarket.
Daging burger dibeli dari perusahaan SEB yang berbasis di Saint-Dizier, Prancis utara, dan dijual oleh Lidl.
Nolan mengalami kelumpuhan dan harus menjalani beberapa kali operasi sejak 2011. Saat itu Nolan masih berusia di bawah dua tahun. Hal tersebut membuat bakteri E. Coli menyebabkan kerusakan saraf parah pada Nolan.
Sayang, nyawanya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal pada hari Sabtu lalu.
"Ini adalah akhir dari siksaan panjang, karena penderitaannya tidak berhenti untuk sesaat. Anggota tubuhnya cacat, tulangnya rapuh, ia mengalami berbagai operasi, ia tidak bisa lagi makan, menelan, berbicara atau bergerak," tulis pernyataan Pengacara untuk keluarga Moittie, Florence Rault.
Kasus Nolan adalah kasus paparan E. Coli terburuk akibat mengonsumsi daging sapi beku.
Baca Juga: Benarkah Alat Dapur untuk Mengolah Makanan Mentah Sebarkan Bakteri?
Karena kasus tersebut, mantan bos SEB, Guy Lamorlette harus mendekam dipenjara selama dua tahun sejak 2017 lalu. Selain hukuman penjara, Lamorlette juga didenda sebesar € 50.000 atau sekitar Rp 777 juta.
SEB lalu menarik burger daging sapi yang dipasarkan sebagai Steak Country di seluruh tokonya. Selamat jalan ya Nolan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia