Suara.com - Semua orang pasti sudah mengetahui bahwa ada dua jenis gula pasir, yakni gula pasir putih dan gula pasir cokelat. Tapi, mungkin masih sedikit orang yang tidak memahami betul perbedaan gula pasir putih dan cokelat.
Banyak orang berpikiran bahwa gula pasir cokelat jauh lebih aman daripada gula pasir putih. Ada pula yang memilih gula pasir putih karena terkesan lebih bersih. Tapi apa bedanya gula pasir putih dan cokelat?
Menurut Ahli Nutrisi Klinis, dr. Rupali Datta dilansir dari NDTV Food, sebenarnya gula pasir putih dan cokelat sama baiknya secara nutrisi dan kalori. Perbedaan dua gula pasir ini hanya terletak pada warna, rasa dan proses pembuatannya.
Pada dasarnya, gula pasir cokelat adalah gula pasir putih dengan molase. Selain itu, gula pasir cokelat juga dianggap sebagai gula pasir mentah, karena melalui proses kimia yang lebih rendah dibandingkan gula pasir putih.
Pencampuran gula pasir putih dengan sejumlah molase itulah yang menghasilkan gula pasir cokelat. Namun, apakah gula cokelat termasuk pilihan terbaik jika dilihat dari prosesnya?
Menurut dr Manisha Arora dari Sri Balaji Action Medical Institute, gula pasir putih adalah karbohidrat murni yang menambah lemak dalam tubuh dan menyebabkan masalah lain.
Sedangkan gula pasir cokelat juga merupakan gula pasir putih dengan tambahan molase di dalamnya. Dalam hal ini, gula pasir cokelat memiliki lebih banyak cairan dan memiliki lebih sedikit kalori, yakni sekitar 0,25 per gram.
Gula pasir cokelat juga mengandung sukrosa 95 persen dan molase 5 persen, yang menambah rasa dan kelembapan, tetapi tidak memiliki manfaat nutrisi yang besar jika dibandingkan gula pasir putih.
Jadi gula cokelat memiliki faktor risiko kesehatan yang sama seperti gula putih dan tidak boleh direkomendasikan untuk pasien diabetes atau untuk membantu penurunan berat badan.
Baca Juga: Lebih Sehat Mana, Gula Batu atau Gula Pasir?
Berita Terkait
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Cuaca Tak Menentu? Ini Manfaat Susu Kurma untuk Menjaga Imunitas Tubuh
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Racun Tikus di Makanan Bayi Geger di Austria, Publik Panik Hingga Penarikan Besar-besaran Produk
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien