Suara.com - Ibunda Kena Kanker Payudara, Chelsea Islan Check Up Setahun Sekali
Ibunda Chelsea Islan, Samantha Barbara didiagnosis mengidap kanker payudara sejak 2013 lalu. Berangkat dari pengalamannya itulah, ia selalu mewajibkan anak perempuannya termasuk Chelsea untuk check up satu tahun sekali.
"Saya terapkan (kepada anak) harus minimal setahun sekali check up," ujar Samantha di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).
Samantha mengatakan, kanker payudara yang dideritanya menurut dokter bukanlah didapat dari genetik melainkan dari lifestyle atau gaya hidup. Dari sini mungkin ada sedikit rasa syukur, penyakitnya tidak diturunkan kepada anak-anaknya selama mereka mampu menjaga gaya hidupnya.
"Walaupun saya kena di umur 43 hingga 45 menurut dokter karena lifestyle. Kemungkinan turunannya bagaimana? Nggak seperti yang genetik," jelas Samantha.
Samantha menyebut daripada mengejar berbagai barang bermerk dan belanja online, ada baiknya pengeluaran juga dimanfaatkan untuk pemeriksaan kanker payudara. Ia menyebut apa salahnya mengumpulkan uang Rp 750 ribu untuk memeriksakan diri melalui USG.
"Ada profesor bilang akan ada puting beliung kamu mau keluar bangun keraton untuk aman hanya dengan Rp 750 ribu agar tidak bayar ratusan juta buat pengobatan," jelasnya.
Lalu Samantha mengingatkan anak-anaknya untuk ingat USG sebagai pencegahan, sebelum terserang kanker yang bisa merenggut kehidupan.
Baca Juga: Idap Kanker Payudara, Gadis Ini Malah Mengisolasikan Diri, Mengapa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya