Suara.com - Kondisi Shanty, istri dari komedian sekaligus presenter Denny Cagur, setelah melakukan kuret dikabarkan sudah mulai membaik.
"Jadi tanggal 11 malam kuret dan alhamdulillah sekarang sudah pulih," kata Shanty dalam vlognya pada Selasa (15/10/2019).
Shanty menjalani proses kuret setelah program bayi tabung yang dijalaninya dinyatakan tidak berhasil lantaran embrio tidak berkembang.
"Jadi di tanggal 4 terakhir aku kontrol, dokter bilang kalau embrionya tidak berkembang, itu berarti di usia kehamilan aku 7 minggu. Dan dokter menyarankan untuk kuret, tapi dokter memberikan keleluasaan silahkan ditunggu aja San gitu, tapi perkiraan dokter embrionya memang tidak berkembang," sambung Shanty.
Kuret, yang dalam bahasa medis disebut dengan dilasi dan kuretase merupakan prosedur operasi yang sering dilakukan setelah wanita mengalami keguguran pada usia kandungan trimester pertama.
Melansir Hello Sehat, setelah menjalani prosedur dilasi dan kuretasi, seseorang juga akan merasa sedikit sakit. Mereka akan merasa kram dan mengalami pendarahan kecil, seperti bercak darah.
Proses pemulihan dilasi dan kuretase ini tergantung pada jenis prosedur yang dilakukan serta jenis anastesi yang diberikan.
Umumnya, pemulihan dapat terjadi dalam waktu beberapa jam saja atau bisa lebih dari sehari.
Pakar medis menyarankan untuk tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu selama dua minggu setelah prosedur ini atau sampai pendarahan berhenti.
Baca Juga: Program Bayi Tabung Gagal, Istri Denny Cagur Nangis Selama 2 Hari
Tidak hanya itu, aktivitas juga perlu dibatasi. Misalnya tidak melakukan aktivitas berat atau mengangkat beban berat.
Berita Terkait
-
Komisi XII DPR Minta ESDM Hitung Akurat Kebutuhan Energi Ramadan-Lebaran: Jangan Ada Kurang Pasokan
-
Denise Chariesta Ingin Bayi Tabung dengan Donor Sperma, Hukum Indonesia Mengizinkan?
-
Kekuatan Manifestasi Shanty: Dari Jurnal Pribadi hingga Single Terbaru, I Do
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Apresiasi KLH, Shanty PDIP Ingatkan Pentingnya Investigasi Objektif dan Pemulihan Trauma Warga
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga