- Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, berduka atas 7 korban meninggal dari 13 korban longsor TPST Bantar Gebang.
- Tragedi ini harus memicu pembenahan sistem pengelolaan sampah nasional yang terintegrasi, tidak lagi parsial.
- DPR mendesak pemerintah meningkatkan standar keselamatan kerja dan mempercepat pembaruan sistem pengelolaan sampah.
Suara.com - Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang menelan korban jiwa. Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang menjadi korban, dengan tujuh di antaranya meninggal dunia.
Menurut Shanty, peristiwa ini harus menjadi peringatan serius bahwa persoalan pengelolaan sampah di Indonesia tidak bisa lagi ditangani dengan pendekatan konvensional dan parsial. Ia menilai tragedi tersebut perlu menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
“Kami dari Komisi XII DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi longsor sampah di TPA Bantar Gebang yang menelan total 13 korban, dengan tujuh orang di antaranya meninggal dunia. Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara-cara lama dan perlu segera dibenahi secara serius,” ujar Shanty dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa sistem pengelolaan sampah nasional membutuhkan pembaruan yang lebih terintegrasi. Hal itu mencakup pengurangan sampah sejak dari sumbernya, peningkatan kapasitas pengolahan, hingga pemanfaatan teknologi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Selain itu, Shanty juga menyoroti pentingnya aspek keselamatan bagi para pekerja maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tempat pembuangan akhir (TPA). Ia meminta pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan standar keamanan serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional pengelolaan sampah.
“Mengingat permasalahan sampah telah menjadi perhatian Presiden, maka kejadian ini perlu menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan serta penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, demi keselamatan masyarakat dan para pekerja yang beraktivitas di sekitar TPA,” tambahnya.
Shanty juga mendorong terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, aman, dan berkelanjutan.
Ia berharap insiden di Bantar Gebang dapat menjadi titik balik bagi upaya perbaikan tata kelola sampah di Indonesia, sehingga tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Baca Juga: Jangan Ada Pemadaman Listrik di Wilayah Terdampak Bencana Saat Bulan Puasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Terungkap! Makelar Minta Rp1,6 Miliar ke Pemkab Muara Enim untuk Ubah Hasil Audit BPK
-
Dari OTT Muara Enim, KPK Sita Uang Rp 200 Juta, Mobil, dan Dokumen
-
Prabowo dan Strategi Merangkul Tokoh Buruh
-
Jusuf Kalla Temui Prabowo di Istana, Datang Bersama Putranya
-
JK Minta Waktu Temui Prabowo, Ungkap Hasil Obrolan 1 Jam di Istana Merdeka
-
Pramono Gertak Perundung Bocah 6 Tahun di Senen: Kalau Dia Pemegang KJP, Kami Tarik!
-
Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI
-
Bupati Muara Enim Diduga Perintahkan Anak Buah Suap BPK demi Ubah Hasil Audit
-
Mahasiswa Ancam 'Reformasi Jilid II' dalam 18 Hari, Begini Reaksi Kepala BIN
-
Ekonom Kritik Glorifikasi PSN, Pemerintah Lupa Hitung Risiko Pengangguran Kelas Menengah