Manfaat lain yang jarang diketahui dari madu adalah mencegah munculnya bekas luka. Peradangan pada luka bisa memicu pembentukan radikal bebas. Seiring waktu, radikal bebas akan merangsang produksi kolagen berlebih sehingga terbentuk bekas luka menonjol atau keloid.
Kandungan antioksidan pada madu dapat menangkal radikal bebas pada jaringan luka dan mencegah pembentukan keloid. Saat dioleskan pada luka, kandungan ini akan merangsang pembelahan sel sehingga terbentuk jaringan kulit yang lebih halus.
Berikut jenis-jenis luka yang bisa diobati dengan madu, yaitu:
1-Luka karena trauma atau cedera seperti lecet atau luka potong.
2-Luka bakar.
3-Luka karena terlalu lama berbaring di kasur, biasanya pada lansia yang dirawat.
4-Luka karena aliran darah yang tidak lancar, terutama pada kaki dan orang tua.
5-Luka kaki pada pengidap diabetes.
Cara menggunakan madu untuk menyembuhkan luka
Baca Juga: Minum Air Madu Hangat Setiap Hari, Rasakan 5 Efeknya dan Coba Sekarang!
Sebelum menggunakan madu, pastikan luka pada kulit Anda tidak terlalu dalam, tidak termasuk dalam luka bakar berat, serta tidak mengeluarkan nanah.
Selain madu murni, Anda juga bisa memilih madu Manuka untuk membantu menyembuhkan luka. Madu Manuka mengandung senyawa methylgloxal. Senyawa ini bersifat sitotoksik (membunuh bakteri).
Selain itu, madu Manuka juga memiliki molekul berukuran kecil sehingga bisa lebih mudah masuk ke kulit untuk membunuh bakteri.
Berikut adalah langkah-langkah menggunakan madu untuk menyembuhkan luka:
-Cuci kedua tangan Anda dengan air mengalir dan sabun. Pastikan penutup luka, seperti kain kassa dan kapas dalam keadaan bersih.
-Oleskan madu murni atau madu Manuka pada kapas, lalu tempelkan pada kulit yang terluka.
-Tutup kapas tersebut dengan perban bersih, kemudian rekatkan ujungnya dengan plester agar madu tidak berceceran.
-Ganti perban dengan rutin, bisa dilakukan satu hari sekali.
-Cuci kembali tangan Anda hingga bersih.
Madu memiliki manfaat besar dalam mengatasi luka ringan. Kandungan antibakteri, antioksidan, dan nilai pH-nya efektif menghambat pertumbuhan bakteri sehingga luka lekas pulih tanpa risiko infeksi.
Namun untuk luka yang sudah infeksi atau tidak membaik, Anda tetap perlu memeriksakannya. Hentikan pemakaian apabila muncul reaksi alergi terhadap madu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak