-
Iran diprediksi mampu bertahan dari sanksi ekonomi baru AS terkait pemblokiran Selat Hormuz.
-
AS mengalihkan strategi dari militer ke perang ekonomi akibat menipisnya stok amunisi jarak jauh.
-
Iran telah terbiasa menghadapi sanksi dan status negara terisolasi dari AS sejak 1979.
Suara.com - Gempuran sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat diprediksi tidak bakal efektif memaksa Iran membuka kembali akses penerobosan di Selat Hormuz. Ketahanan Tehran terhadap tekanan finansial Barat telah teruji secara historis selama puluhan tahun.
Direktur Program Reformasi Keamanan Nasional di Stimson Center, Dan Grazier, menilai langkah sanksi Washington tak akan mendikte keputusan politik Tehran. Pengalaman panjang menghadapi isolasi global menjadi benteng utama ketahanan negara Timur Tengah tersebut.
"Orang-orang Iran kemungkinan besar dapat bertahan dari hal ini. Orang Iran, setidaknya sejauh yang menyangkut Amerika Serikat, telah menjadi negara paria sejak 1979, dan mereka telah dikenai banyak sanksi selama bertahun-tahun," kata Grazier kepada Al Jazeera.
Perubahan taktik Washington dari konfrontasi senjata ke embargo ekonomi menandai fase baru pergeseran strategi Gedung Putih. Langkah finansial ini diambil setelah kampanye militer intensif selama setengah tahun gagal mencapai sasaran strategisnya.
"Jadi, sangat menarik untuk berpikir bahwa pemerintah percaya bahwa bentuk perang ekonomi sekarang akan menghasilkan jenis hasil yang tidak dapat dicapai oleh serangan militer selama enam bulan," tutur Grazier.
Mengapa AS Memilih Perang Ekonomi Daripada Militer?
Peralihan fokus Amerika Serikat menuju tekanan ekonomi diduga kuat dipicu oleh kelangkaan cadangan amunisi tempur milik armada militernya. Keterbatasan persediaan senjata tajam memaksa pengambil kebijakan di Washington merombak kalkulasi tempur di lapangan.
"Ada pernyataan yang bertentangan keluar dari pemerintah. Namun dari bukti yang ada, tampaknya militer Amerika Serikat kekurangan jenis amunisi jarak jauh yang Anda butuhkan untuk bertempur dari jarak jauh, yang persis merupakan jenis strategi militer yang telah digunakan Amerika Serikat sejauh ini dalam kampanye ini," ujar Grazier yang juga mantan perwira Korps Marinir AS.
Pentagon harus memperhitungkan pembagian cadangan logistik tempur agar tidak habis total di satu wilayah konflik saja. Amerika Serikat memikul kewajiban menjaga stabilitas keamanan di berbagai belahan dunia lain secara mendesak.
Baca Juga: Pekan Depan, Amerika Serikat Umumkan Sanksi Baru untuk Iran yang Belum Pernah Ada
"Dan militer AS memiliki kewajiban lain, kewajiban keamanan di seluruh dunia, jadi penting agar kita tidak ... benar-benar kehabisan amunisi. Jadi, jenis kekurangan seperti itu memerlukan perubahan strategi. Saya pikir itulah mengapa pemerintah beralih ke jenis perang ekonomi seperti ini," ucap Grazier.
Krisis di Selat Hormuz bermula saat eskalasi militer meningkat dan mengancam jalur pelayaran minyak internasional di kawasan tersebut. AS sempat mengerahkan kekuatan militer jarak jauh selama enam bulan untuk menekan Iran sebelum akhirnya terbentur kendala stok amunisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Analis: Ancaman Donald Trump Beri Sanksi Ekonomi ke Iran Cuma Bikin Tambah Buruk Keadaan
-
Gempa M7,0 di Laut Flores Ganggu Listrik NTT, PLN Mulai Pulihkan Jaringan
-
Donald Trump Akan Deklarasi Selat Hormuz Jadi Wilayah Amerika Serikat
-
4 Micellar Water Formula Low pH, Angkat Kotoran Kulit Kering Tanpa Ketarik
-
2 Rekomendasi Sunscreen Powder untuk Touch Up Praktis di Kantor
-
Komunitas Motor Matic Tempuh 800 Km Rayakan Hari Jadi Federal Oil
-
Sederet Kritik soal Proyek Utopis Bahasa Asing Prabowo Sejak SD, Beban Siswa hingga Anggaran
-
Yuk Nikmati Liburan Seru ke Pantai Selatan Yogyakarta Bareng PORTA
-
Gempa NTT: Warga Kepulauan Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Lihat Air Laut Surut Tiba-tiba
-
Desa Sejahtera Astra Les dan Iklim Pendidikan Mandiri yang Tak Melulu Bertumpu Pemerintah