Suara.com - Ibu Hamil Keseringan Pakai Ponsel, Risiko Anak Alami Masalah Perilaku Naik
Ponsel telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, termasuk ibu hamil. Dampak keseringan menggunakan ponsel pun sudah sering kita baca.
Mengenai hal ini, apakah keseringan pakai ponsel juga memengaruhi ibu hamil dan janinnya? Ya, menatap layar persegi panjang berwarna biru cerah selain dapat membahayakan mata Anda juga memberi pengaruh terhadap perilaku anak-anak di masa depan.
Hal ini sampaikan oleh sebuah penelitian yang mengungkapkan, jika ibu hamil yang terlalu banyak menggunakan ponsel lebih mungkin melahirkan anak-anak dengan masalah perilaku.
Dilansir Times of India, para ilmuwan di Denmark melakukan penelitian di mana mereka meneliti paparan prenatal dan postnatal pada ponsel dan masalah perilaku pada anak-anak.
Penelitian ini dilakukan pada sekelompok ibu yang anak-anaknya berusia sekitar tujuh tahun. Mereka diberi kuesioner tentang kesehatan dan perilaku anak-anak mereka, dan riwayat mereka pernah menggunakan telepon.
Hasilnya, ditemukan bahwa anak-anak dari ibu yang lebih terpapar ponsel sebelum dan sesudah melahirkan cukup hiperaktif dan memiliki beberapa masalah perilaku.
Namun, studi ini tidak dianggap sepenuhnya benar karena bagi beberapa ahli, peralatan seperti microwave, televisi, dan laptop, ponsel memancarkan gelombang radio tingkat rendah yang disebut radiasi elektromagnetik non-pengion.
Radiasinya lebih ringan daripada radiasi pengion, yang dipancarkan oleh sinar-X dan pemindai CT. Jadi, tidak mungkin itu berbahaya bagi anak yang belum lahir.
Baca Juga: Ayu Dewi Bahas 3 Mitos yang Kerap Menerpa Ibu Hamil
Meskipun penelitian ini tidak dapat membuktikan hubungan yang kuat, tetapi penting untuk sedikit berhati-hati dan membatasi penggunaan ponsel Anda.
Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:
- Kirim SMS atau gunakan telepon rumah untuk menelepon.
- Jangan melihat media sosial terlalu banyak.
- Gunakan alat bantu bebas genggam untuk mengurangi radiasi di dekat kepala atau tubuh Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik