Suara.com - Paula Verhoeven Umrah Saat Hamil, Ini Panduan Ibadah Umrah Bagi Ibu Hamil
Beberapa waktu lalu, pasangan suami istri Baim Wong dan Paula Verhoeven mengumumkan keberangkatan mereka menuju Tanah Suci untuk menjalani ibadah umrah.
Perjalanan ini menjadi momen kebahagiaan bagi pasangan yang menikah pada November 2018 lalu ini, karena keduanya membawa serta 'Bapau Junior', buah cinta mereka yang masih berada di dalam rahim Paula.
Perempuan kelahiran Semarang ini pun mendapatkan berbagai pujian dari warganet, mengenai keputusannya menjalankan ibadh umrah di tengah kondisi hamil besar.
Terkait hal tersebut, sebenarnya, amankah melakukan ibadah umrah saat hamil? Dan apa saja yang harus dipersiapkan ketika ingin melakukan ibadah umrah saat hamil seperti Paula? Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari website Kementrian Kesehatan Arab Saudi.
Persiapan:
- Berkonsultasilah dengan dokter spesialis kandungan Anda untuk mengetahui apakah Anda dapat pergi menjalani ibadah umrah tanpa mengalami komplikasi kesehatan.
- Untuk memastikan, sebaiknya terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter kandungan, mengenai keamanan vaksinasi meningitis dan influenza sebelum setidaknya sepuluh hari sebelum kepergian.
- Membawa semua obat dan vitamin yang diperlukan yang cukup selama ibadah umrah.
Mengenakan pakaian yang tepat, sepatu yang nyaman, masker, kacamata, korset atau sabuk kehamilan. - Bawa dan selalu sediakan jumlah cairan yang cukup.
- Berjalanlah sedikit setiap satu atau dua jam untuk menghindari trombosis vena pada kaki.
- Pilihlah waktu yang tepat untuk menghindari kesesakan saat melakukan berbagai rukun umrah.
- Makan-makanan yang kaya gizi seperti sayur dan buah.
- Ketika Anda merasakan pendarahan, kontraksi perut, migrain, atau kelelahan akibat suhu yang tinggi, Anda harus pergi ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat.
- Untuk menghindari upaya fisik yang berlebihan dan menerapkan aturam yang sah sesuai dengan kondisi saat diperlukan, Anda bisa menggunakan kursi roda selama Tawaf dan Sa'i.
Bebeberapa risiko yang bisa terjadi ketika umrah saat hamil:
- Ibu hamil bisa mengalami beberapa komplikasi seperti radang atau rentan terhadap infeksi apa pun karena defisiensi imun dan kepadatan penduduk.
- Ibu hamil cenderung tidak tahan terhadap suhu yang meningkat.
- Ibu hamil cenderung rentan terhadap kelelahan fisik akibat berjalan jarak jauh, yang dapat menyebabkan kontraksi berkelanjutan di area bawah perut dan sakit punggung.
- Ibu hamil cenderung mengalami cedera fisik akibat kepadatan yang berlebihan, yang dapat menyebabkan komplikasi yang mempengaruhi keselamatan kehamilan dan kehidupan janin.
- Ibu hamil cenderung mengalami kekeringan parah karena tidak memiliki cukup cairan.
Ibu hamil yang harus menunda umrah dalam kasus-kasus berikut:
- Riwayat penyakit kelahiran prematur.
- Kasus keguguran dini.
- Menderita diabetes kehamilan.
- Penyakit jantung dan hipertensi atau penderita ginjal dan lainnya.
Baca Juga: Bareng Nenek Iroh di Depan Kakbah, Paula Verhoeven Banjir Pujian
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik