Suara.com - Ibunda dari Ustaz Riza Muhammad dikabarkan terkena stroke dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit.
Hal ini diketahui dari unggahan istri sang ustaz, Indri Giana, di akun Instagram-nya beberapa jam yang lalu.
Dalam unggahannya, terlihat Ustaz Riza sedang menemani sang ibu di sebuah kamar rumah sakit.
"Doakan kesembuhan untuk mertua saya sakit stroke, lumpuh separuh bagian tubuhnya. Allahumma rabbannas adzbihip baasa asyi anta syafi’ laa syifa’a illa syifauka syifa alla yughadiru saqama," tulis Indri dalam unggahannya.
Melansir Healthline, meski pria lebih cenderung mengalami stroke, wanita memiliki risiko seumur hidup lebih tinggi. Wanita juga lebih mungkin meninggal karena kondisi ini.
Ada beberapa alasan mengapa wanita lebih mungkin mengalami stroke dalam hidup mereka; wanita hidup lebih lama dari laki-laki, dan usia adalah faktor risiko dari stroke.
Ada beberapa gejala stroke yang umumnya hanya diderita oleh wanita, seperti mual atau muntah, kejang, cegukan, kesulitan bernapas, rasa sakit, kehilangan kesadaran, dan tubuh menjadi lemah.
Karena gejala ini 'unik' untuk wanita, mungkin akan sulit untuk mendeteksi bahwa gejala tersebut berkaitan dengan stroke.
Akibat sulitnya mendeteksi, ini dapat menunda perawatan yang justru akan menghambat pemulihan.
Baca Juga: Ketahui 5 Manfaat Kesehatan Minyak Zaitun, Bisa Cegah Kanker dan Stroke!
Sedangkan gejala stroke yang paling umum dan dialami oleh pria dan wanita adalah ketidakmampuan untuk berbicara atau memahami pembicaraan, ekspresi tegang dan kebingungan.
Selain itu gejala yang lain adalah:
- Kesulitan melihat secara tiba-tiba di satu atau kedua mata.
- Mati rasa tiba-tiba atau kelemahan di wajah serta anggota badan
- Kesulitan berbicara secara tiba-tiba
- Sakit kepala mendadak
- Pusing mendadak, kesulitan berjalan atau kehilangan keseimbangan
Tapi, penelitian menunjukkan wanita sering lebih baik dalam mengidentifikasi dengan benar tanda-tanda stroke.
Berita Terkait
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan