Suara.com - Tanggulangi Stunting, Wapres Ma'ruf Amin Beberkan Langkah Pemerintah
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut pemerintah akan menanggapi serius perihal permasalahan stunting dan kemiskinan yang terjadi di Indonesia. Dikatakan Ma'ruf Amin, stunting merupakan penghambat sumber daya manusia (SDM) di Indonesia untuk bisa bersaing di kancah internasional.
Kepada wartawan usai rapat bersama dengan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Ma'ruf Amin menyebut pemerintah menargetkan penurunan angka stunting hingga di bawah 20 persen.
"Kita membangun Indonesia SDM yang unggul, itu tentu juga harus bebas dari stunting, atau paling tidak kita turunkan dari yang sekarang masih 27 koma sekian persen, untuk kita turunkan sampai kalau bisa kurang dari 20 persen," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2019).
Dikatakan Ma'ruf Amin, penanggulangan stunting dilakukan secara lintas sektor. Sehingga bukan hanya Kementerian Kesehatan yang bertanggung jawab, tapi juga Pemerintah Daerah, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa, Bappenas, dan lain-lain.
Anggaran pemerintah untuk penanggulangan stunting pun menurutnya sudah cukup besar, yakni Rp 60 triliun. Dengan koordinasi antara kementerian dan lembaga yang baik, diharapkan penurunan angka stunting pun bisa terjadi dengan signifikan.
"Kita bersama bappenas, menteri dalam negeri, menteri kesehatan, nanti akan melakukan koordinasi kerja bareng, tidak sendiri-sendiri, tidak sektoral. Tapi kerja yang terintegrasi, sehingga sasarannya supaya bisa tercapai," ujarnya.
"Kemudian juga kita akan terus melakukan evaluasi dan monitoring terhadap hasil-hasil yang nanti per periode bisa diketahui dampaknya, impactnya, yang dihasilkan kerja yang kita lakukan," tutup Ma'ruf.
Baca Juga: Bebas Stunting, Pempdaprov Jabar Gencar Promosikan Ojeg Makanan Balita
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi