Suara.com - Menghadapi anak yang berperilaku buruk memang jadi tantangan tersendiri bagi banyak orangtua. Terkadang, kita menunjukkan kemarahan dengan cara memberi hukuman, seperti mengurung mereka di kamar, mengambil mainan favorit mereka, bahkan hukuman fisik seperti memukul.
Tapi, apakah efektif? Para psikolog sudah sejak lama percaya bahwa hukuman hanya akan membawa hasil sementara. Dan sebagai gantinya, mereka menyarankan menggunakan cara efektif lain yang memberi manfaat jangka panjang.
Berikut adalah alasan mengapa Anda tidak disarankan menghukum anak, seperti dilansir dari Bright Side.
1. Menunjukkan reaksi Anda yang berlebihan
Biasanya, saat Anda melihat kelakukan buruk anak, Anda akan merasa kesal. Dalam hal ini, sangat sulit untuk tetap tenang, jadi Anda mulai menyerang balik dengan metode hukuman untuk membuat mereka merasakan hal yang sama juga.
Ledakan emosi negatif ini memengaruhi Anda dan anak Anda, dan mungkin bisa benar-benar menyebabkan beberapa konsekuensi serius, termasuk cedera fisik.
2. Hukuman menunjukkan kemalasan
Hukuman adalah bentuk komunikasi termudah dengan anak-anak, di mana mereka melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai dan Anda melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai sebagai imbalan, tanpa negosiasi dan tanpa penjelasan. Ini sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan usaha dari pihak Anda, tetapi ini jelas bukan cara yang tepat untuk membesarkan anak yang bahagia dan sehat.
3. Menghentikan anak untuk mengembangkan sikap disiplin
Tujuan utama mengasuh anak adalah membesarkan seseorang yang siap membuat keputusan sendiri berdasarkan pengalaman mereka. Tetapi jika Anda sering menghukum anak-anak dan tidak memberi tahu mereka tentang konsekuensi dari tindakan mereka, mereka tidak akan dapat memahami apa yang benar dan apa yang salah dengan menggunakan pikiran mereka sendiri di masa depan.
Anak-anak ini biasanya tidak memiliki disiplin diri atau rasa empati karena tidak ada yang mengajari mereka hal-hal penting ini. Mereka hanya tahu bahwa ada bagian dari mereka yang tidak diinginkan atau buruk, dan orangtua mereka tidak menyukainya.
Baca Juga: Mendikbud: Sekolah Boleh Hukum Anak STM Pendemo DPR, Jangan Dikeluarkan
4. Tidak mengubah perilaku anak
Anak-anak tidak bisa belajar ketika mereka merasa takut, tidak dihargai, atau memberontak. Dan itulah tepatnya yang mereka rasakan ketika Anda menghukum mereka. Jika Anda berpikir bahwa dengan hukuman Anda tengah mengajari mereka perilaku yang benar, Anda sebenarnya mengirim satu pesan sederhana kepada mereka sebagai gantinya, yakni "kamu melakukan sesuatu yang salah dan ini adalah konsekuensi dari berperilaku dengan cara yang buruk".
Pesan ini menempatkan anak pada posisi yang tidak nyaman ketika mereka tidak tahu bagaimana mencari tahu perilaku yang benar sendiri. Karena hal ini, emosi negatif mereka dapat tertahan dan muncul kemudian ketika situasinya berulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?