Suara.com - Waktu dapat menjadi penyembuh terbesar, tetapi bisa juga menjadi musuh yang dapat menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dalam hidup.
Karena waktu juga, hubungan yang romantis dan indah dapat berubah menjadi stagnan. Setelah tahap awal hubungan selesai, sebagian besar pasangan akan merasakan kebosanan karena gairah jatuh cinta menurun.
Beberapa orang dapat melihat kebosanan ini, namun ada juga yang tidak hingga membuat hubungan tersebut retak.
Oleh karena itu, melansir Times of India, penting bagi pasangan untuk mengenali tanda-tanda kebosanan dalam hubungan jangka panjang, dan memastikan hal itu tidak membuat hubungan memburuk.
1. Berhenti berkelahi dan tidak peduli satu sama lain
Menurut pakar, perkelahian dalam hubungan dapat menyediakan jalan keluar dari sebuah perbedaan dan membantu pasangan melampiaskan rasa frustasi mereka.
Sedangkan, tidak berkelahi adalah tanda kurangnya minat, yang berarti mereka tidak lagi peduli untuk memperbaiki kesalahan satu sama lain atau memilah perbedaan mereka.
2. Senang lembur di tempat kerja
Ingat masa awal menikah, ketika Anda tidak sabar menunggu untuk menyelesaikan pekerjaan di kantor dan pulang terburu-buru untuk bertemu orang tercinta?
Baca Juga: Mulai Jenuh Berkencan? Coba 4 Tips Ini agar Rasanya Tetap Menyenangkan
Banyak hal yang perlahan berubah ketika kegembiraan itu berakhir dan kebosanan perlahan merayap ke dalam hubungan.
Tidak lagi terburu-buru untuk pulang, Anda justru senang menghabiskan waktu ekstra di kantor atau di tempat lainnya.
3. Cemburu dengan teman-teman yang sedang jatuh cinta
Menurut pakar, Anda dalam 'wilayah yang berbahaya' ketika kebahagiaan orang lain membuat Anda mudah cemburu.
Ini adalah tanda bahwa Anda tidak puas dan hubungan Anda sedang melalui fase yang menunjukkan masa depan suram.
Jika Anda melihat tanda-tanda seperti itu, sekarang saatnya mengambil tindakan untuk menyalakan kembali gairah yang hilang dalam hubungan Anda.
Berita Terkait
-
Fenomena Brondong Dekati Janda: Apa Tips Sukses Asmara Beda Usia?
-
Umumkan Putus, Yasmin Napper dan Giorgino Abraham Fokus Berkembang Sendiri
-
Generasi Anti Komitmen: Mengungkap Sisi Gelap Situationship yang Makin Populer
-
Antara Sayang dan Sakit: Mengapa Orang Tetap Bertahan dalam Hubungan Toxic?
-
Lebih dari Sekadar Cocok, Ini Ciri-ciri Pasangan yang Sefrekuensi
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya