Suara.com - Beberapa waktu lalu, Ria Ricis sempat melakukan diving ketika pergi ke Kepulauan Seribu. Ria Ricis pun menceritakan pengalamannya hampir kehabisan napas saat melakukannya.
Saat itu Ria Ricis melakukan diving menggunakan kostum mermaid atau putri duyung. Ketika mulai kehabisan napas di tengah laut, Ria Ricis merasa kesulitan berenang karena kostum mermaidnya.
"Aku kan suka banget diving sampai yang hampir serem kehabisan napas. Di tengah laut ditinggal sendirian karena mau ambil drone, kapalnya jauh, pernah hampir kehabisan napas. Apalagi pakai ekor kakinya nyatu agak susah kalau napas nggak beraturan," ujar Ria Ricis, ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019).
Kostum mermaid seperti yang digunakan Ria Ricis memang tengah populer di masyarakat, terutama anak-anak. Beberapa orang mungkin senang menggunakan kostum mermaid saat berenang.
Tetapi, kostum mermaid untuk berenang bukanlah pilihan yang tepat. Karena, busana tersebut hanya akan menyulitkan gerak tubuh terutama bagian kaki ketika berenang. Kostum mermaid justru membuat kaki terasa berat saat berenang.
"Bayangkan jika Anda berenang dengan kondisi kaki terikat. Anda mungkin saja berenang dengan gaya lumba-lumba menggunakan kostum ini, tetapi gerakan ini pastinya sulit untuk anak-anak," ujar Julie Gilchrist, seorang dokter anak di Atlanta, dikutip dari Parents.
Karena itu, Gilchrist secara pribadi tidak menyarankan anak-anak berenang menggunakan kostum mermaid karena risikonya yang ekstrem. Bahkan orangtua harus mengawasi anaknya lebih ekstra jika mereka berenang menggunakan kostum mermaid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga
-
Cara Kerja Lensa HALT pada Kacamata Anak dengan Miopia, Cegah Mata Minus Makin Parah
-
Bukan Sekadar Estetik, Air Treatment Norium by AZKO Bantu Jaga Kesehatan Bayi di Rumah
-
WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo Darurat Internasional, Risiko Kematian 32,5 Persen
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh