Suara.com - 4 Jenis dan Tips Olahraga untuk Anda yang Punya Rematik
Mengalami penyakit rematik bukan berarti menghentikan Anda untuk bergerak atau olahraga untuk mendapatkan tubuh sehat.
Dengan melakukan olahraga yang tepat, pasien rematik dapat memperbaiki kesehatan tubuh secara menyeluruh. Lantas, apa saja tips serta pilihan olahraga untuk penderita rematik yang tepat?
Melakukan latihan fisik serta olahraga yang cukup dapat meningkatkan kualitas hidup penderita rematik secara keseluruhan. Menurut situs Arthritis Foundation, melakukan olahraga yang tepat dapat membantu meredakan rasa nyeri pada penderita rematik.
Meskipun mungkin terasa berat bagi pasien rematik untuk aktif bergerak, terutama saat rasa nyeri muncul, olahraga dapat membantu memperbaiki fungsi sendi, kekuatan otot, serta meningkatkan energi tubuh.
Olahraga yang dilakukan secara cukup dapat meningkatkan kelenturan tubuh. Hal ini penting agar pasien rematik dapat menjalani kegiatan sehari-hari dengan lebih mudah. Ditambah lagi, berolahraga dengan rutin juga dapat mencegah risiko terkena penyakit jantung serta komplikasi kesehatan lain yang terkait dengan rematik.
Namun, pastikan Anda melakukan olahraga dengan tepat, sehingga Anda tidak memperburuk masalah sendi yang Anda derita. Berikut tips olahraga untuk penderita rematik yang dapat Anda ikut dilansir Hello Sehat:
1. Melakukan peregangan
Sebelum memulai olahraga apapun, sangat penting untuk meregangkan tubuh Anda terlebih dahulu. Peregangan dapat membantu memperbaiki kelenturan tubuh Anda, sehingga Anda dapat memiliki rentang pergerakan yang maksimal.
Baca Juga: Zodiak Kesehatan Hari Ini: Aries dan Taurus Tergoda untuk 'Cuti' Olahraga
2. Pilih olahraga yang bervariasi
Karena gejala-gejala rematik umumnya bervariasi, ada baiknya Anda mencoba gerakan olahraga yang bervariasi pula. Hal ini penting untuk mencegah rasa nyeri muncul pada bagian tubuh tertentu akibat terlalu sering digerakkan.
3. Jangan memaksakan diri
Memang, olahraga sangat penting untuk penderita rematik. Namun, yang tidak boleh Anda lupakan adalah jangan memaksakan tubuh Anda melakukan gerakan yang terlalu berat atau lama.
Jika Anda sudah merasakan ketidaknyamanan di bagian tubuh tertentu, Anda sebaiknya mencoba mengurangi durasi olahraga atau mengganti dengan variasi gerakan yang baru.
4. Konsultasi ke dokter atau ahli fisioterapi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif