Suara.com - Sebuah kelainan genetik langka menyebabkan darah tiga saudara kandung membanjiri lemak dan menjadi putih susu.
Ketiga saudara kandung itu terdiri dari satu pasangan kembar fraternal (satu putri dan satu putra) dan seorang putra yang lebih tua. Semuanya lahir dari pasangan sepupu pertama dalam keluarga Belanda Pennsylvania.
Dilansir dari Live Science, di usia remaja dan awal 20-an, ketiga saudara kandung tersebut mengalami gejala misterius, termasuk serangan sakit perut. Mereka semua telah didiagnosis menderita hipertrigliseridemia, gangguan yang cukup umum, menyebabkan molekul lemak yang disebut trigliserida menumpuk di dalam darah .
Sekarang dalam usia 50-an, ketiganya baru-baru ini menjalani pengujian genetik dan mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi yang jauh lebih langka. Menurut laporan kasus yang diterbitkan dalam journal Annals of Internal Medicine, kasus genetik langka itu hanya memengaruhi 1 dari setiap juta orang.
Mereka dengan gangguan ultrarare, yang dikenal sebagai familial chylomicronemia syndrome (FCS), dapat mengumpulkan lebih dari 1.000 miligram trigliserida per desiliter (mg / dL) darah.
Sebagai perbandingan, kadar lemak normal dalam darah harus turun di bawah 150 mg / dL, dan 500 mg / dL akan dianggap "sangat tinggi" pada orang yang sehat, menurut National Institutes of Health .
Memang pada orang dengan FCS, kadar lemak darah sangat tinggi sehingga cairan merah biasanya mengubah warna susu.
Meski demikian, FCS bukan satu-satunya kondisi yang dapat menyebabkan darah berwarna susu. Gejalanya juga dapat muncul pada orang dengan hipertrigliseridemia berat.)
Baca Juga: Konsumsi Mangga dalam Jumlah Banyak dapat Memengaruhi Gula Darah, Kok Bisa?
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
Terkini
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis