Suara.com - Lubang telinga memang sangat rentan terluka atau kemasukan hewan kecil. Seperti remaja laki-laki asal China berikut yang telingannya kemasukan laba-laba.
Awalnya, remaja usia 15 tahun ini mengeluh gatal di telinganya. Setelah diperiksa, dokter menemukan ada seekor laba-laba terjebak di dalam telinganya.
Akibatnya, bocah laki-laki yang tak disebutkan namanya itu menjalani perawatan di Rumah Sakit Telinga, Hidung dan Tenggorokan Boda di Cina Timur. Mo Zhifeng, dokter THT yang menangani pun mengatakan bahwa laba-laba harus dibunuh sebelum diambil dari telinga.
"Kami meneteskan vitamin A dan D ke saluran telinganyan untuk melemahkan laba-laba. Cara itu jauh lebih memudah mengambil laba-laba yang sudah mati. Pemeriksaan lebih lanjut tidak menunjukkan kerusakan signifikan pada telingan anak itu," jelas Zhifeng dikutip dari Fox News.
Dokter mengatakan bahwa gendang telinga dan kedua saluran telinga anak tersebut masih utuh. Tetapi, laba-laba yang tidak diambil bisa merusak gendang telingannya dengan cara menggigit.
Zhifeng sendiri pun tak tahu kronologi awal laba-laba itu bisa masuk ke dalam telinga pasiennya. Tetapi, orang dalam permasalahan serupa harus segera mencari pertolongan medis.
Karena cara ini tidak bisa diatasi dengan sembarangan. Mengambil laba-laba menggunakan benda tajam dan tanpa membunuhnya bisa berakibat fatal.
Adapun cara laba-laba bisa memasuki telinga seseorang, yakni ketika tidur dan terbang ke telinga. Gejalanya bisa seperti sakit telinga dan iritasi.
Menurut Medical News Today, bahaya dan sakit atau tidaknya kondisi ini tergantung pada jenis laba-laba yang masuk ke dalam telinga.
Baca Juga: Terlalu Banyak Makan Manis, Seluruh Gigi Balita 4 Tahun Membusuk
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga