Suara.com - Perusahaan mainan seks, Lelo UK, mendesak National Health Service (NHS) Inggris untuk mulai menggunakan masturbasi sebagai salah satu bentuk perawatan untuk membantu mengurangi stres pada pasien kesehatan mental. Konon, terapi masturbasi ini juga bermanfaat membangun kepercayaan seksual, serta memungkinkan lebih banyak lagi orang untuk mengenal tubuh mereka lebih baik. Serius, nih?
Beberapa waktu lalu, penyanyi Ashanty telah menjalani operasi endoskopi dan biopsi untuk mengetahui jenis penyakit autoimun yang dideritanya. Millen Cyrus sebagai keponakan pun mengatakan kalau kondisi Ashanty sudah mulai membaik setelah operasi. Tetapi, Ashanty tidak boleh mengonsumsi makanan laut atau seafood. Memang, apa kaitannya dengan autoimun?
1. Ahh, Masturbasi Ternyata Bisa Jadi Terapi Bagi Pasien Kesehatan Mental
Perusahaan mainan seks, Lelo UK, mendesak National Health Service (NHS) Inggris untuk mulai menggunakan masturbasi sebagai salah satu bentuk perawatan untuk membantu mengurangi stres pada pasien kesehatan mental.
Bagi perusahaan mainan seks tersebut, saran yang tidak konvensional ini juga bisa membangun kepercayaan seksual, serta memungkinkan lebih banyak lagi orang untuk mengenal tubuh mereka lebih baik.
2. Ashanty Dilarang Makan Seafood, Ternyata Ini Kaitannya dengan Autoimun
Beberapa waktu lalu, penyanyi Ashanty telah menjalani operasi endoskopi dan biopsi untuk mengetahui jenis penyakit autoimun yang dideritanya.
Millen Cyrus sebagai keponakan pun mengatakan kalau kondisi Ashanty sudah mulai membaik setelah operasi. Tetapi, Ashanty tidak boleh mengonsumsi makanan laut atau seafood.
Baca Juga: Idap Autoimun, Ini Kondisi Terkini Ashanty
3. Bikin Kembung, Ini Deretan Makanan Pemicu Kentut
Usai makan tentu perut terasa penuh dan kadang hasrat ingin kentut pun muncul. Kentut memang melegakan, namun jika terjadi terlalu sering tentu bakal mengganggu.
Tahukah kamu? bahwa sering kentut bisa terjadi karena beberapa makanan yang kita santap membuat produksi gas kentut meningkat.
4. Ini Alasan Anda Harus Jujur Ketika Didiagnosis Mengidap HIV/AIDS
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas