Suara.com - Meski mengenakkan, ada beberapa orang yang tidak suka makanan pedas. Salah satu alasannya adalah takut asam lambung naik. Padahal pernyataan ini justru kurang tepat.
"Kebanyakan orang yang mengalami masalah refluks atau gastro tidak makan makanan pedas karena mereka khawatir itu akan membuat kondisi menjadi lebih buruk. Nyatanya makan makanan pedas sebenarnya dapat menurunkan produksi asam," tutur Bonnie Taub-Dix , RD, pencipta Better Than Dieting dan Read it Before You Eat It.
Tidak hanya itu, melansir Womens Health Magazine, makan makanan pedas juga memiliki berbagai keuntungan.
1. Meningkatkan metabolisme
Taub-Dix mengatakan cabai mengandung senyawa aktif capsaicin yang membantu meningkatkan metabolisme tubuh.
Meski begitu ia tidak akan mengandalkan konsumsi makanan pedas sebagai cara penurunan berat badan.
"Jika Anda makan sesuatu yang tidak begitu sehat, menambahkan saus pedas di atasnya, maka tidak akan menurunkan berat," tutur Taub-Dix.
2. Mengatasi keinginan konsumsi gula
"Setelah merasakan makanan pedas, biasanya Anda tidak ingin makan kue sesudahnya. Aku punya pasien yang mengatakan, ketika mereka mengonsumsi saus cabai, mereka akan puas," katanya lagi.
Baca Juga: Sering Konsumsi Makanan Pedas Saat Sahur dan Berbuka Puasa? Ini Bahayanya
3. Mengurangi peradangan
Taub-Dix mengatakan capsaicin memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.
"Kita tahu mengurangi peradangan memiliki efek positif dalam memerangi masalah jantung dan kanker," katanya.
4. Meningkatkan libido
Menurut Taub-Dix, mengonsumsi makanan pedas meningkatkan testosteron, hormon yang terikat pada libido.
Satu studi dari jurnal Physiology and Behavior menemukan bahwa mereka yang tertarik pada makanan pedas memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi.
5. Mengurangi gejala depresi
Taub-Dix mengatakan makanan pedas dapat melepaskan neurotransmitter serotonin di otak, yang membantu meningkatkan suasana hati dan mengurangi depresi.
Tapi, perlu diingat bahwa masalah kesehatan mental dapat melemahkan jika tidak ditangani. Jadi, cari bantuan profesional jika Anda merasa ada masalah, dan jangan mengandalkan makanan pedas sebagai obat penyembuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi