Suara.com - Viral kasus seorang bayi berusia 4 bulan asal China meninggal dunia setelah mendapat terapi akupresur selama 20 menit untuk mengobati batuknya.
Berdasarkan laporan China Press, terapi akupresur tersebut dilakukan atas saran dokter. Menurut ibu sang bayi, ia melihat adanya gelembung merah di lubang hidung putrinya ketika sudah pulang ke rumah. Putrinya itu juga sempat pingsan.
Dari cacatan dokter lain yang menangani kematiannya, disebutkan sang bayi mengalami beberapa kegagalan organ yang menyebabkannya meninggal.
Setelah kejadian ini, sang ibu menuntut dokter dan pihak terapi pijat yang diduga mengakibatkan putrinya meninggal.
Sebenarnya, terapi akupresur adalah salah satu terapi alternatif paling efektif yang digunakan oleh banyak orang untuk mengobati penyakit umum.
Dalam laman Firstcry Parenting, akupresur sangat aman untuk bayi. Namun, harus menggunakan teknik yang tepat dan menekan titik refleks secara benar agar manfaat terapi terasa. Misalnya, untuk bayi di bawah 3 bulan, tekanan pijat harus sangat ringan dan lembut selama beberapa detik.
Teknik pijat ini tidak boleh diberikan lebih dari 10 hingga 20 menit dalam sehari. Jika seandainya bayi tampak tidak nyaman, Anda dapat berhenti.
Akupresur, yang juga dikenal sebagai reflexology, memiliki berbagai dinilai dapat menangani berbagai kondisi kesehatan. Contohnya seperti sembelit, kolik, demam, batuk, hingga nyeri pada tubuh.
Baca Juga: Redakan Nyeri Leher dengan 3 Teknik Akupresur Ini, Mau Coba?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi