Suara.com - Di Jogja Putri Mahkota Denmark Bicara soal Kesehatan Reproduksi pada Remaja
Mary Elizabeth Donaldson, sebagai istri Frederik yang menjadi Putra Mahkota Denmark, tiba di Yogyakarta pada Selasa (4/12) sore.
Dia kemudian bertemu dengan sekelompok remaja dan pegiat kesehatan reproduksi di sebuah warung kopi. Kepada mereka, Mary berpesan tentang pentingnya pengetahuan, dalam menghadapi persoalan remaja.
“Tanpa ilmu pengetahuan kita akan menghadapi masalah. Dengan ilmu pengetahuan kita memiliki kekuatan. Kita bisa berkata tidak. Kita memahami, dan bisa membuat keputusan, sebuah keputusan yang didasari pemahaman yang baik. Sebuah keputusan yang tepat untuk diri kita sendiri,” kata Mary seperti mengutip VOAIndonesia.
Pesan yang disampaikan Mary terkait dengan bagaimana sebaiknya para remaja menghadapi persoalan pribadi mereka. Dia menambahkan, dengan menjadi generasi yang berilmu, remaja memiliki kesempatan untuk memaksimalkan potensi diri dan berperan bagi masyarakat.
Mary berkunjung ke Indonesia sebagai patron dari Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA). Hadir bersamanya, sejumlah pejabat Denmark, Eksekutif Direktur UNFPA Natalia Kanem, dan perwakilan UNFPA Indonesia, Anjali Sen.
Hari Rabu pagi (4/12), Mary berkunjung ke Puskesmas Tegalrejo, Yogyakarta. Puskesmas ini adalah salah satu unit layanan terkemuka di Yogyakarta, yang memberikan perhatian khusus terhadap isu remaja dan kesehatan reproduksi. Mary bertemu dengan sejumlah konselor kesehatan reproduksi remaja. Kepada para konselor itu, Mary sempat menanyakan apa tentang apa yang diinginkan dan dikhawatirkan remaja yang mengalami kehamilan tidak diinginkan.
Pertanyaan itu dijawab oleh Amri Shinta, seorang konselor remaja di Puskesmas tersebut. Dia menjawab, para remaja dengan kehamilan yang tidak diinginkan, membutuhkan perlindungan dan dukungan psikologis dari teman-teman sebayanya. Mereka juga membutuhkan pemeriksaan kesehatan, tanpa ada stigma negatif yang diberikan.
“Juga mendapatkan informasi-informasi yang jelas, karena di usianya yang masih sangat muda, tentu kurang informasi tentang kehamilan, tentang bagaimana cara menyusui, persalinan itu seperti apa, nifas itu seperti apa. Itu yang dibutuhkan, informasi dan pendampingan yang tidak ada stigma negatif,” ujar Shinta.
Baca Juga: Kunjungi Keraton Yogyakarta, Putri Mahkota Denmark Cicipi Nasi Kuning
Triyana, konselor kesehatan reproduksi di Puskesmas Tegalrejo menjelaskan kepada Mary, tentang Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR).
“Dalam PIKR ini, kita berikan mereka pembekalan tentang alat reproduksinya. Bagaimana remaja-remaja itu bisa bertanggung jawab terhadap alat reproduksinya. Bagaimana remaja tidak terjerumus pada pergaulan bebas, sehingga dia melakukan seks bebas, sehingga terjadilah kehamilan tidak diinginkan,” kata Triyana.
Ada dua fokus kegiatan di PIKR, yaitu penyediaan konselor sebaya dan pendidik sebaya. Konselor sebaya dididik khusus menjadi tempat konseling bagi remaja. Proses ini memanfaatkan kecenderungan remaja yang lebih suka dan terbuka untuk berbagi masalah dengan teman sebayanya. Syarat konselor sebaya adalah bisa dipercaya dan paham permasalahan kesehatan reproduksi remaja.
Fokus kedua adalah pendidik Sebaya, yang bertugas memberikan pembekalan bagi remaja tentang kesehatan reproduksi mereka. Kelompok ini bekerja sama dengan kalangan pendidikan untuk mengakses sekolah-sekolah, perguruan tinggi, rumah ibadah hingga pondok pesantren.
“Bagaimana dengan yang sudah telanjur hamil di luar nikah? Kami selalu pesankan, kandungan harus dijaga kesehatannya. Harus selalu konsultasi kepada bidan atau dokter,” tambah Triyana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak