Suara.com - Jurnalis Harus Lakukan Ini Agar tak Alami Gangguan Mental
Profesi jurnalis menempati urutan ke-4 dunia sebagai pekerjaan dengan tingkat stres paling tinggi, sedangkan di Indonesia menempati urutan ke-5. Bahkan profesi jurnalis punya beban mental yang lebih besar dibanding bidang militer dan medis, ini karena gaji yang didapatkan lebih kecil dibanding kedua bidang tersebut.
Psikolog Sustriana Saragih mengatakan faktor beban semakin berat, mengingat pekerjaan jurnalis bisa tidak mengenal waktu dan tempat bahkan sampai bawa pekerjaan ke rumah.
Lalu apa yang bisa dilakukan para jurnalis ini, agar tidak stres terus menerus? Langkah pertama kata Sustriana, adalah harus pintar membagi waktu antara pekerjaan, pribadi, dan hiburan.
"Pertama memang time manajemen, jadi 8 jam untuk bekerja, 8 jam untuk beristirahat, 8 jam untuk rekreasi itu harus dipenuhi. Kalau para jurnalis kerja tidak hanya 8 jam, kadang mereka ketika pulang membawa beban pekerjaan," ujar Sustriana di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/12/2019).
Diakui Sustri, polemik ini cukup pelik karena ada saja berita yang harus dipantau dan sebagainya. Meski sulit berhenti, tapi Sustri menyarankan agar jurnalis tidak pernah mengabaikan waktu untuk beristirahat. Apalagi saat waktu makan, seringkali para jurnalis juga makan yang ala kadarnya dan gizi tidak seimbang, padahal itu tidak baik.
"Ini sebenarnya berkontribusi yang tadi kebutuhan nutrisi kebutuhan untuk istirahat, kebutuhan untuk menikmati waktu-waktu rekreasi di luar pekerjaan, itu berkontribusi terhadap kesehatan mental seseorang. secara individu," jelas Sustri.
Jadi catatan juga bagi jurnalis yang sudah berkeluarga, kerap sering bertengkar karena anggota keluarga yang tidak mengerti pekerjaan jurnalis. Alhasil Interaksi dengan keluarga kurang, pulang terlambat, bahkan sering tidak pulang.
"Kenapa harus tidur di luar terus menerus, kenapa jarang ke rumah, kalau ke rumah kenapa marah-marah. Wajar, sebenarnya marah-marah karena tuntutan kerja berat, terpapar dengan emosi negatif, terus tidak punya waktu untuk diri sendiri ketika pulang ke rumah," tuturnya
Baca Juga: Curhatan Jurnalis Yuli Riswati Selama Ditahan 28 Hari
Jadi penting untuk mengomunikasikan dengan anggota keluarga seperti apa dan bagaimana pekerjaan jurnalis agar saling support dan mengerti. Sehingga tekanan sudah dari kantor tidak ditambah tekanan keadaan rumah.
"Supaya bisa saling support dan saling mengerti, tidak berikan tuntutan yang lebih terhadap anggota keluarga yang berprofesi sebagai jurnalis atau reporter," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak