Suara.com - Kita tahu bahwa kurang tidur memiliki dampak negatif, seperti menjadi sulit berkonsentrasi dan kurang berenergi pada keesokan harinya.
Tapi, menurut sebuah penelitian terbaru, kurang tidur memiliki efek yang lebih signifikan daripada yang disadari oleh para ilmuwan sebelumnya.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Sleep and Learning Lab Michigan State University memerhatikan 138 orang yang terbagi menjadi dua kelompok.
Pada kelompok pertama, peneliti mengukur waktu reaksi terhadap stimulus tertentu. Sedangkan kelompok kedua melibatkan pemantauan seberapa baik mereka dapat mengikuti instruksi yang rumit ketika disela berulang kali.
Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General, peneliti menemukan kurang tidur berisiko dua kali lipat dalam membuat kesalahan dalam tes mengikuti intruksi dan tiga kali lipat dalam masalah memerhatikan.
"Menariknya, temuan ini juga menyanggah teori umum yang menunjukkan bahwa perhatian adalah satu-satunya fungsi kognitif yang dipengaruhi oleh kurang tidur," ungkap penulis pertama Michelle Stepan, melansir Bustle.
Kurang tidur satu malam mungkin tidak hanya memengaruhi fokus, tetapi juga daya ingat.
Dampak ini dinilai akan berbahaya jika terjadi pada seorang dokter.
"Hasil kami menunjukkan bahwa menyelesaikan suatu kegiatan yang memerlukan langkah-langkah, seperti dokter menyelesaikan prosedur medis, jauh lebih berisiko dalam kondisi kurang tidur," jelasnya.
Baca Juga: Selain Kurang Tidur, Ini 5 Penyebab Mata Panda Terbentuk
Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki pola tidur. Pertama, masuk ke mode relaksasi dengan cara simpan ponsel, matikan TV, dan lakukan sesuatu yang dapat menenangkan Anda.
Hindari makanan dan minuman yang memengaruhi kualitas tidur dan menggantinya dengan air, buah atau sayuran.
Selain itu, cobalah untuk tidak memikirkan pekerjaan sepanjang malam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang