Suara.com - Makanan Tinggi Gula, Garam, dan Lemak Bakal Kena Cukai? Ini Kata Kemenkes
Asupan gula, garam, dan lemak (GGL) yang berlebih masih menjadi salah satu masalah dalam gaya hidup sehat di Indonesia.
Beruntung kini pemerintah sudah mulai membuat aturan kadar GGL dalam informasi bahan di makanan kemasan dan cepat saji. Bahkan, kabar selanjutnya Kemenkes bekerjasama dengan Kemenkeu memberlakukan aturan ini dalam bea cukai.
"Rokok sudah ada cukainya, di gula kita juga nantinya ada cukai. Mereka yang produksi minuman macem-macem melebihi standar kena cukai, dengan demikian dia harus dipaksa memformulasi kandungannya," ujar dr. Asik Surya, MPPM, selaku perwakilan Kementerian Kesehatan RI, dalam acara Philips Thought Leadership Forum di Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019)
Saat kemasan tidak reformulasi atau diubah kandungannya maka cenderung akan membahayakan. Dr. Asik kemudian mencontohkan di Thailand terdapat minuman soft drink yang bukan hanya less sugar tapi sudah zero sugar alias tanpa gula.
"Dan pemerintah sendiri, berkewajiban regulasi itu (aturan kemasan gula), tinggal masyarakat juga merupakan pendidikan, tapi industrinya juga dilakukan," tutur Dr. Asik.
Memang diakui dr. Asik perang GGL ini bukan hanya pada makanan kemasan, tapi juga jajanan dipinggir jalan atau pedagang kaki lima (PKL). Tapi kata dia, saat ini yang paling mudah diatur ialah pangan olahannya, dan tidak menutup kemungkinan kedepan para PKL ini akan di atur.
Dr. Asik mengatakan memang tidak mudah selama puluhan tahun terbiasa mengonsumsi makanan manis dan asin, lalu tiba-tiba harus dikurangi, pasti rasanya sangat berbeda. Jadi sudah seharusnya tuh, anggapan-anggapan atau pepatah makanan hambar tanpa garam dihempaskan.
"Tapi kita harus mulai, puluhan tahun ada rasa, nggak mudah terbiasa manis, kurang manis nggak enak. Makanan tanpa garam jadi pepatah kita, melihat teman lebih gendut dianggap makmur, padahal itu tidak sehat alias obesitas, tema itu harus diubah," tutupnya.
Baca Juga: Pencinta Thai Tea, Ketahui Banyaknya Kandungan Gula di Minuman Favoritmu
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan